Lahat, InteraksiMassa.COM – 23 pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat mengikuti job fit yang digelar di kantor Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah (BKPSDM) Lahat pada 26-27 April lalu.
Acara ini sontak menjadi perbincangan hangat, tak hanya di kalangan pejabat yang mengikuti, tetapi juga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas.
Di satu sisi, job fit ini digadang-gadang sebagai upaya untuk memastikan penempatan jabatan diisi individu yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan memaksimalkan kontribusi pejabat bagi kemajuan daerah.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala BKPSDM Lahat, M Aries Farhan, yang mengatakan bahwa hasil job fit akan menjadi dasar bagi Pemkab Lahat dalam menentukan penempatan dan pengembangan karier bagi para pejabat.
Baca Juga: Rekrutmen PPK di Kabupaten Lahat Terasa Berbeda, Ada Apa?
Baca Juga: Jalan Lintas Pagar Alam-Lahat Tertutup Longsor, Arus Lalu Lintas Macet!
Namun, di sisi lain, pelaksanaannya yang bertepatan dengan momen jelang pilkada menimbulkan kecurigaan di kalangan beberapa pihak.
Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi, bahkan terang-terangan menyebut bahwa isu mutasi pegawai ini membuat ASN tidak nyaman bekerja dan dikhawatirkan dapat berdampak pada kondusivitas pilkada.
Kecurigaan ini diperkuat dengan adanya pergeseran anggaran menggunakan dana BTT untuk pelaksanaan job fit, yang seharusnya bisa digunakan untuk kegiatan lain.
Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar di tengah situasi keuangan daerah yang masih belum stabil.
Baca Juga: Isu Perpindahan KTP di Lahat Mencuat Jelang Pilkada 2024
Baca Juga: Suara Warga Besemah Jadi Rebutan di Pilkada Sumsel?
Terlepas dari pro dan kontra, job fit ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kemampuan dan kompetensi para pejabat eselon II di Lahat.
Diharapkan, hasil job fit ini dapat digunakan secara objektif dan transparan dalam menentukan penempatan dan pengembangan karier para pejabat, sehingga tercipta birokrasi yang profesional dan berkinerja tinggi.
Berikut beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di benak publik:
- Apakah job fit ini benar-benar murni untuk meningkatkan kualitas pejabat, atau ada agenda politik terselubung di baliknya?
- Bagaimana jaminan transparansi dan objektivitas dalam pelaksanaan job fit?
- Apa langkah-langkah konkret yang akan diambil Pemkab Lahat untuk memastikan kondusivitas pilkada di tengah isu mutasi pegawai ini?
Baca Juga: Gelumbang dan Kikim Area Siap Dimekarkan, Berkas Administrasi Dinyatakan Lengkap
Baca Juga: Bocah 9 Tahun Hilang di Sungai Kikim
Masyarakat Lahat menantikan jawaban yang jelas dan tindakan nyata dari Pemkab Lahat terkait dengan job fit ini. .
Diharapkan, semua pihak dapat bekerja sama dengan baik untuk memastikan bahwa proses ini berjalan dengan benar dan demi kepentingan bersama.
Daftar Nama Pejabat Eselon II yang Mengikuti Job Fit:
- Rudi SH MM (Asisten I Setda Lahat)
- Feriyansyah Eka Putra ST MM (Kepala Bappeda)
- Drs Ali Afandi (Kepala Pelaksana BPBD)
- M Safrani SH (Setwan)
- Ir Nazaruddin Effendi MΤ (Kepala Balitbangda)
- Subranuddin SE MAP (Kepala Bapenda)
- Drs M Aries Farhan MSi (Kepala BKPSDM)
- Drs Beni Zainuddin MSi (Kadispora)
- Nurlela SAg MM (Kadis Pembedayaan Perempuan dan Anak)
- Darul Efendi SE MSi (Kadis Pemdes)
- Ujang Kurniawan SΕ ΜΜ (Kadis Dalduk)
- Yahya Edward SE MSi (Kadis Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
- Ekman Mulyadi, SSos (Kadinsos)
- Eti Listina SP MM (Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan)
- Taufiq Maryansa Putra SKM ΜΜ (Kadinkes)
- Mustofa Nelson SSos MSi (Kadisnaker)
- Mirza Azhary ST (Kadis PUPR)
- Ir Agus Salman (Kadis DLH)
- Limra Naupan ST MT (Kadis RKPP)
- Hery Alkafi AP ΜΜ (Kadis UMKM dan Koperasi)
- M Ghufran SE MM (Kepala BPKAD)
- Vivi Anggraini SSTP MM (Kadis Perkebunan)
- Rudi Dharma (Kadis Kominfo)
(*/red)












Respon (3)