INTERAKSIMASSA.COM |Berbuka puasa bukan sekadar melepas rasa lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri, tetapi juga momentum penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Cara berbuka yang benar dan sehat akan membantu tubuh beradaptasi kembali dengan asupan makanan dan minuman secara bertahap, sekaligus memaksimalkan manfaat puasa bagi kesehatan.
Berikut tujuh cara berbuka puasa yang benar dan sehat yang bisa diterapkan selama bulan Ramadan:
1. Awali dengan Segelas Air Putih
Cara terbaik untuk membatalkan puasa adalah dengan meminum segelas air putih. Setelah berpuasa seharian, tubuh membutuhkan cairan untuk mengembalikan keseimbangan hidrasi. Air putih tidak mengandung gula maupun kalori, sehingga aman dan efektif untuk mengisi kembali cairan tubuh.
Air putih hangat maupun dingin sama-sama bermanfaat. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan takjil sehat seperti susu rendah lemak, jus buah segar, atau es buah tanpa tambahan gula.
2. Pilih Takjil dengan Manis Alami
Dalam anjuran sunnah, berbuka dengan kurma sangat disarankan. Kurma mengandung gula alami yang dapat membantu menormalkan kadar gula darah secara cepat dan mengembalikan energi.
Selain itu, kurma kaya akan serat dan mineral seperti kalsium, kalium, zat besi, dan zinc. Mengonsumsi 2–3 butir kurma setelah minum air putih merupakan pilihan tepat untuk memulai berbuka secara sehat dan sesuai tuntunan.
3. Batasi Konsumsi Gorengan
Gorengan memang menjadi menu favorit saat berbuka, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Makanan ini tinggi kalori dan lemak trans yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Sebagai gambaran, satu potong bakwan mengandung sekitar 137 kalori, sedangkan satu tahu isi sekitar 134 kalori. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, asupan kalori akan meningkat signifikan dan berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan serta risiko kolesterol tinggi. Jika ingin tetap menikmati gorengan, cukup satu potong dan imbangi dengan makanan sehat lainnya.
4. Kurangi Gula Tambahan
Menu seperti kolak dan es campur memang menggoda, tetapi biasanya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Konsumsi gula berlebih saat berbuka bisa menyebabkan lonjakan gula darah, rasa haus berlebihan, hingga risiko kecanduan gula.
Alih-alih memilih makanan manis dengan gula tambahan, sebaiknya pilih sumber gula alami dari buah segar atau kurma agar tubuh tetap sehat dan energi lebih stabil.
5. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Setelah takjil, lanjutkan dengan makanan utama yang bergizi seimbang. Menu berbuka idealnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, vitamin, dan mineral.
Karbohidrat kompleks bisa diperoleh dari nasi merah, roti gandum, atau kentang. Protein sehat dapat berasal dari daging tanpa lemak, ikan, atau telur yang diolah dengan cara dikukus atau dipanggang. Jangan lupa tambahkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan serat harian selama Ramadan.
6. Hindari Porsi Berlebihan
Sering kali rasa “lapar mata” membuat kita ingin mencoba semua makanan yang tersedia. Namun, makan dalam porsi besar sekaligus justru bisa membebani sistem pencernaan.
Mulailah dengan porsi kecil dan berhentilah sebelum merasa terlalu kenyang. Makan secara bertahap membantu tubuh menyesuaikan diri dan mencegah gangguan pencernaan.
7. Makan Secara Perlahan
Selain memperhatikan porsi, penting juga untuk makan secara perlahan. Makan terburu-buru dapat meningkatkan risiko gangguan lambung seperti asam lambung atau GERD yang menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn). Mengunyah makanan dengan baik juga membantu proses pencernaan menjadi lebih optimal.
Selain pola makan, kecukupan cairan juga sangat penting selama Ramadan. Anjuran minum delapan gelas air per hari tetap harus dipenuhi. Agar lebih mudah, pembagian waktu minum bisa dilakukan sebagai berikut:
1 gelas sebelum sahur
1 gelas setelah sahur
1 gelas saat berbuka
1 gelas setelah salat Magrib
1 gelas setelah makan malam
1 gelas setelah salat Isya
1 gelas setelah salat Tarawih
1 gelas sebelum tidur
Dengan menerapkan cara berbuka puasa yang benar dan sehat, manfaat puasa bagi kesehatan dapat dirasakan secara optimal. Jangan lupa imbangi dengan sahur bergizi serta aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan. (*)












