Bandar Lampung, InteraksiMassa.COM – Provinsi Lampung diperkirakan mengalami kerugian ekonomi yang signifikan akibat pemadaman listrik serentak yang melanda wilayah tersebut.
Pengamat Ekonomi dari Central For Urban and Regional Studies (CURS), Erwin Octavianto menyebut, total kerugian ekonomi yang dialami warga Lampung mencapai Rp1,2 triliun jika pemadaman berlangsung selama 24 jam.
Jika berlangsung selama dua hari, kerugian tersebut bisa mencapai Rp 2,4 triliun.
“Dampak pemadaman listrik ini perkiraan kerugian ekonomi provinsi Lampung jika ini terjadi seharian mencapai 1,2 Triliun rupiah, jika 2 hari maka bisa mencapai 2,4 Triliun,” ungkap Erwin.
BACA JUGA:Listrik 5 Provinsi di Pulau Sumatera Padam Massal, Aktivitas Masyarakat Lumpuh!
Erwin menekankan, listrik adalah kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah, dalam hal ini Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Ia menegaskan bahwa pemadaman listrik tidak hanya menimbulkan dampak ekonomi, tetapi juga dampak sosial yang signifikan.
“Kok bisa ya satu area terkena, kok bisa semua terdampak, seharusnya ada energi cadangan tertentu yang bisa memberikan solusi. Karena sampai saat ini solusinya belum ada hampir 24 jam pemadaman terjadi, walau beberapa jam nyala kemudian mati lagi,” kata Erwin mempertanyakan.
Tindakan yang Diperlukan untuk Mencegah Pemadaman
BACA JUGA: Kebakaran di Desa Betung, Diduga Korsleting Listrik!
Erwin menegaskan pentingnya evaluasi dari PLN terkait pemadaman listrik serentak ini.
Ia menekankan perlunya PLN memiliki energi cadangan dan tidak hanya bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada saat ini.
Erwin juga menyarankan kerjasama dengan perguruan tinggi seperti ITERA untuk mengembangkan energi alternatif seperti energi surya.
“PLN harus memiliki aspek energi cadangan, tidak hanya mengandalkan PLTU atau pembangkit yang sudah ada saat ini. PLN harus bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi yang mengembangkan energy solar seperti ITERA, jadi intinya harus punya planning ke depan jangan bergantung pada satu sumber energi saja,” tandas Erwin.
BACA JUGA: Pemerhati Layanan Publik: Pejabat PLN Wilayah Sumbagsel Layak Dicopot!
Insiden Kebakaran di Kota Metro

Sementara itu, selain kerugian ekonomi, pemadaman listrik juga menyebabkan insiden berbahaya.
Salah satu toko di Kota Metro, yakni Toko Sumber Ban, mengalami kebakaran setelah menggunakan genset yang sudah lama tidak terpakai.
Kebakaran ini terjadi pada Rabu, 5 Juni 2024 sekitar pukul 13.45 WIB.
BACA JUGA: Jokowi Instruksikan PLN Atasi Kekurangan Pasokan Listrik di Muratara
Kebakaran tersebut diduga akibat konsleting genset yang baru saja dinyalakan setelah lama tidak digunakan.
Subkie, Danru (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Damkarmat Satpol-PP Kota Metro, mengungkapkan bahwa tim pemadam menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.52 WIB dan segera mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.
Tim Damkarmat berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 20 menit.
“Damkarmat Satpol-PP Metro menerjunkan 10 personel pemadam, untuk memadamkan api di toko ban tersebut,” jelas Subkie.
Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, dengan genset, dua sepeda, dan tiga ban mobil baru ikut terbakar. (*/khu)











