Prestasi membanggakan kembali lahir dari arena bulu tangkis internasional melalui aksi impresif tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Badminton World Federation (BWF), posisi Alwi di tabel peringkat dunia dilaporkan meroket tajam usai menjuarai turnamen terbarunya di ajang kompetisi badminton super 500 Indonesia Master 2026 yang dipusatkan di lapangan arena utama badminton Istora Senayan DKI Jakarta.
Siapa menyangka sosok anak muda kelahiran Kota Solo Provinsi Jawa Tengah Alwi Farhan merupakan satu-satunya atlit badminton Indonesia kita sukses meraih gelar juara ditengah derasnya arus persaingan prestasi badminton Internasional saat ini.
Alwi Farhan juga berdasarkan hasil pengamatan penulis dari berbagai informasi yang berhasil penulis himpun, hanya sektor tunggal putra Alwi Farhan inilah saat Indonesia kita tuan rumah menggelar kejuaraan badminton Internasional berhasil mempersembahkan gelar juara.
Atlit badminton Indonesia kita lainnya hanya bisa tembus babak quarter final (perempat final) dan paling tinggi semifinal, itupun hanya segelintir bisa dihitung dengan hitungan jari.
Alwi Farhan Tampil Dominan Saat Menghadapi Thailand di laga pamungkas (laga Final Indonesia Master 2026)
Dalam laga puncak yang menjadi sorotan publik, Alwi Farhan menunjukkan kelasnya dengan tampil sangat dominan saat menghadapi wakil tunggal putra Thailand Panitchaphon Teeraratsakul. Alwi tercatat hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk mengunci podium tertingginya (juara Indonesia Master 2026) ini.
Keunggulan tekhnis yang diperlihatkan Alwi membuat lawan tidak berkutik, terbukti dengan perolehan skor telak 21-5 dan 21-6 bagi kemenangan Alwi di laga final.
Keberhasilan merengkuh trofi prestasi Indonesia Master 2026 ini memberikan dampak instan pada akumulasi poin Alwi Farhan di jajaran BWF.
Pada pemutakhiran peringkat pekan ini, Alwi melesat naik empat posisi dari peringkat pekan sebelumnya. Tren positif ini membuktikan bahwa atlet asuhan Pelatnas Cipayung tersebut semakin siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi melawan pemain-pemain top dunia.
Peningkatan performa Alwi Farhan menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor tunggal putra Indonesia.
Dengan konsistensi yang ditunjukkan dalam beberapa turnamen terakhir, Alwi diprediksi akan terus memperbaiki posisinya guna menembus jajaran 20 besar dunia pada musim kompetisi 2026 ini.
Dukungan publik kini mengalir deras agar Alwi Farhan sebagai regenerasi Taufik Hidayat (TH) sang legendaris atlit badminton Indonesia yang prestasinya sungguh banyak dan luar biasa ini dapat mempertahankan momentum kemenangan ini pada ajang-ajang bergengsi selanjutnya di ajang kompetisi badminton super 750 dan super 1000 lainnya.
Tim Badminton Polda Sumsel Siap Bertanding di Kejurnas Kapolri Cup 2024
Porwada Ke-IV PWI Sumsel Resmi Dibuka di Sekayu, 450 Atlet Siap Berlaga
Seperti dalam waktu dekat ini ada kejuaraan All England super 1000, kejuaraan Badminton Asia Championship (kejuaraan level badminton se-Asia) dan pesta olahraga level Asia yaitu Asian Games.
Untuk diketahui publik, berdasarkan referensi penulis bahwa Alwi Farhan ini baru usai juga saat Desember 2025 kemarin berhasil meraih prestasi medali emas Sea Games baru usai digelar di Bangkok Thailand.
Disaat itu laga final mempertemukan sesama wakil terbaik Indonesia (All Indonesian Final) Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah biasa disapa akrab Ubed.
Bangsa Indonesia kita adalah bangsa yang besar, dari dahulunya sampai saat ini adalah monsternya badminton (olahraga bulutangkis). Untuk itu, penulis mengajak semua stok holder dan pengambil kebijakan di Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta mari kita bahu membahu dalam mensupport dan memfasilitasi wadah langkah menuju prestasi anak bangsa Indonesia di Negeri tercinta kita ini.
Mari kita rebut kembali kejayaan prestasi anak bangsa Indonesia kita dahulu seperti yang telah banyak diraih oleh sang legendaris badminton tanah air.
Diantaranya, Taufik Hidayat (TH) peraih medali emas olympiade dunia di Athena Yunani tahun 2004 dan medali emas Asia Games di Doha Qatar tahun 2006, ganda putra Hendra Setiawan bersama Almarhum Markis Kido peraih medali emas olympiade dunia di China tahun 2008.
Kemudian ganda campuran Tantowi Ahmad dan patnernya Lilyana Natsir biasa disapa Owi Butet peraih medali emas olympiade dunia tahun 2016 di London Inggris dan terakhir peraih medali emas olympiade dunia tahun 2020 di Tokyo Jepang melalui pasangan ganda putri Greysia Polli dengan patnernya Apriyani Rahayu.
Semoga kedepan, harapan emas penulis dan semua harapan anak bangsa Indonesia terkhusus pecinta badminton tanah air Indonesia akan lahir lebih banyak lagi cikal bakal regenerasi Taufik Hidayat (TH) di masa-masa mendatang dan tidak menutup kemungkinan akan bangkit kembali kejayaan prestasi anak bangsa Indonesia di masa mendatang, Amiin.
Penulis adalah Pengamat/Pemerhati Badminton Tanah Air Indonesia dan Anggota Gerakan Pemuda ANSOR Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu











