Interaksi Massa, LUBUK LINGGAU – Isu kader “lompat pagar” menjelang kontestasi politik dibantah tegas Ketua DPP Partai NasDem Korwil Sumatera III, Fauzi Amro.
Ia memastikan hingga kini kader dan pengurus Partai NasDem di Sumatera Selatan tetap solid dan tidak ada yang berpindah partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi Amro usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPD Partai NasDem Kota Lubuklinggau,
Kehadiran Fauzi sekaligus menegaskan komitmen NasDem dalam memperkuat struktur partai hingga ke daerah.
“Kalau ada yang lompat pagar itu hak politik sebagai warga negara. Tapi untuk Sumatera Selatan, sampai hari ini tidak ada kader atau pengurus NasDem yang pindah partai. Kami tetap solid dan fokus membesarkan Partai NasDem,” tegas Fauzi Amro, Minggu (1/2).
Nasdem Dukung Herman Deru dan Cik Ujang sebagai Cagub dan Cawagub Sumsel 2024
Konsolidasi Kader Jadi Kunci Kemenangan NasDem
Anggota DPR RI tiga periode itu mengimbau seluruh jajaran pengurus NasDem, mulai dari tingkat ranting, kecamatan, DPD hingga DPW Sumsel, untuk terus memperkuat konsolidasi dan kerja-kerja politik di akar rumput.
Menurut Fauzi, keberhasilan Partai NasDem pada Pemilu mendatang sangat ditentukan oleh kedekatan kader dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehadiran nyata kader NasDem di tengah rakyat.
“Pengurus dan anggota DPRD NasDem harus rajin turun ke bawah, menyapa masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Dari situ simpati dan kepercayaan publik akan tumbuh,” ujarnya.
Target Kursi NasDem di Lubuklinggau
Fauzi Amro juga mengungkapkan target besar Partai NasDem di Kota Lubuklinggau. Saat ini, NasDem memiliki tiga kursi DPRD, dan ditargetkan naik signifikan pada pemilu berikutnya.
“Dari tiga kursi, kita optimistis bisa naik menjadi lima. Bahkan ke depan, dengan NasDem dipimpin Yopi Karim sebagai Wali Kota Lubuklinggau, target kita adalah 10 kursi DPRD,” ungkap Fauzi.
Ia menilai target tersebut realistis dan sangat mungkin tercapai, selama seluruh elemen partai bekerja secara solid, terstruktur, dan kolektif.
“Ini bukan pekerjaan berat kalau dikerjakan bersama-sama. Kuncinya kerja kolektif dari bawah hingga DPD. Kalau semua bergerak, target 10 kursi DPRD Lubuklinggau sangat mungkin tercapai,” pungkasnya.**











