Balai Desa Nusa Bali, Bukti Kemandirian Desa

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara khusus meresmikan Balai Pertemuan Desa Nusa Bali yang pembangunannya dinilai fenomenal karena murni mengandalkan kemandirian desa, Minggu (1/2/2026). Foto: Humas Pemprov Sumsel

OKU Timur| Di tengah agenda padat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melakukan kunjungan maraton ke Desa Nusa Bali, Kecamatan Belitang II, pada Minggu (1/2/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan secara khusus untuk meresmikan Balai Pertemuan Desa Nusa Bali, sebuah fasilitas publik yang dinilai fenomenal karena dibangun murni dari hasil kemandirian desa.

Kedatangan orang nomor satu di Sumsel itu disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Herman Deru tampak kagum saat melihat langsung kemegahan balai desa yang berdiri kokoh dan representatif.

Ia menilai pembangunan balai pertemuan tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan tata kelola pendapatan desa yang dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.

“Ternyata bukan hanya di Bali sana desa bisa membangun balai megah seperti ini. Di sini, dengan manajemen yang baik, Desa Nusa Bali membuktikan mampu membangun fasilitas publik yang luar biasa dari pendapatan asli desa sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah pusat atau daerah,” ujar Herman Deru dalam sambutannya.

Menurutnya, kemandirian desa seperti yang ditunjukkan Desa Nusa Bali patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sumatera Selatan.

Perjuangkan Aliran Listrik Hingga Ke Pedesaan OKI

Rapat Paripurna, Anggota DPRD Dapil 4 Desak Bupati Segera Perbaiki Jalan Rusak Payaraman–Betung Lubuk Keliat

Ia menegaskan bahwa dana desa dan pendapatan asli desa jika dikelola dengan transparan, akuntabel, dan visioner, mampu melahirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kemandirian dan sifat swadaya warga di sini. Saya berharap budaya gotong royong, toleransi, dan keguyuban warga Nusa Bali terus dipertahankan agar gedung ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nusa Bali, Made Rejane, SE., menjelaskan bahwa pembangunan Balai Pertemuan Desa Nusa Bali merupakan hasil akumulasi pendapatan desa selama periode 2024 hingga 2025.

Dana pembangunan tersebut bersumber dari tiga pilar utama ekonomi desa, yakni Unit Koperasi Simpan Pinjam, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengelolaan perkebunan desa yang dikelola secara produktif.

Peresmian balai desa ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Gebyar Undian Berhadiah serta penyerahan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran desa.

Bantuan tersebut disalurkan secara inklusif kepada yayasan masjid, pura, dan lembaga keagamaan lainnya di wilayah Desa Nusa Bali.

Kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama yang telah lama terjaga di desa tersebut.

Dengan diresmikannya balai pertemuan ini, diharapkan Desa Nusa Bali semakin memiliki ruang publik yang representatif untuk mendukung kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan, sekaligus menjadi contoh nyata desa mandiri di Sumatera Selatan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *