Rekor Harga Emas Picu Inflasi di Sumsel Sepanjang Januari

Suasana transaksi jual beli emas perhiasan di salah satu toko emas di kawasan Jl Beringin Janggut, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT)-1, Senin (2/2/2026). Foto: Istimewa

Palembang | Rekor kenaikan harga emas sepanjang Januari 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya inflasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat inflasi bulan Januari 2026 sebesar 0,05 persen, dengan andil terbesar berasal dari komoditas emas perhiasan.

Harga emas tercatat mengalami lonjakan signifikan selama Januari 2026.

Bahkan, pada 29 Januari 2026 harga emas mencapai titik tertinggi hingga Rp3 juta per gram.

Kondisi ini memberikan kontribusi besar terhadap inflasi, meskipun sejumlah komoditas lain, khususnya dari sub-sektor makanan dan minuman, justru mengalami deflasi.

Kepala BPS Sumsel Mohammad Wahyu Yulianto melalui Statistik Ahli Madya Tituk Indrawati menjelaskan bahwa inflasi Januari 2026 dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung.

Situasi global tersebut mendorong kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai. Selain emas, komoditas hortikultura seperti tomat, bawang putih, dan kacang panjang juga turut menyumbang inflasi.

“Pada Januari Sumsel mengalami inflasi 0,05 persen dengan andil terbesar dari emas perhiasan sebesar 0,42 persen. Walaupun sub-sektor makanan dan minuman mengalami deflasi, besarnya pengaruh emas menyebabkan Sumsel tetap mengalami inflasi,” ujar Tituk saat rilis bulanan BPS Sumsel, Senin (2/2/2026).

Harga Emas Antam Pegadaian Kembali Naik

Hari ini Bertepatan Nisfu Syaban 1447 Hijriah

Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi Sumsel tercatat sebesar 3,30 persen.

Angka ini tergolong tinggi untuk awal tahun dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kenaikan harga emas, perumahan, tarif listrik, serta perbandingan dengan awal tahun 2025 yang sempat diwarnai diskon tarif listrik.

Berdasarkan wilayah, dari empat kabupaten/kota di Sumsel yang menjadi sampel perhitungan inflasi, inflasi month to month (m to m) tertinggi terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar 0,08 persen.

Inflasi terendah tercatat di Kota Lubuklinggau. Sementara itu, secara yoy inflasi terbesar terjadi di Lubuklinggau dan yang terendah di Kabupaten Muara Enim.

Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami penambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut memengaruhi permintaan bahan pangan, terutama ayam dan telur.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah telah melakukan pengaturan menu dengan menyelingi ayam dan telur dengan daging serta ikan.

Sementara itu, memasuki Februari 2026 harga emas perhiasan mulai mengalami penurunan. Owner Toko Emas Makmur Jaya, Asnawi, menyebut harga emas perhiasan turun menjadi Rp15,6 juta per suku pada 2 Februari 2026.

Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking di pasar saham global.

Di pasar internasional, harga emas dunia juga melemah tajam.

Data LSEG mencatat penurunan harga emas dunia menjadi yang terbesar sejak Februari 1983, mencerminkan koreksi setelah lonjakan harga yang sangat cepat sepanjang Januari 2026. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *