INTERAKSIMASSA.COM – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan Sungai Lengi dan Sungai Lematang, sehingga merendam empat desa di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, pada Selasa (3/2/2026). Banjir ini berdampak cukup signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama karena ketinggian air yang mencapai hingga 100 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa.
Empat desa yang terdampak banjir tersebut yakni Desa Gunung Megang Dalam, Gunung Megang Luar, Tanjung Muning, dan Desa Lubuk Mumpo. Air yang meluap dari dua sungai besar itu masuk ke permukiman warga, merendam rumah-rumah penduduk, fasilitas umum, serta lahan pertanian yang berada di dataran rendah sekitar aliran sungai.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Muara Enim, Kompol Herry Widodo, membenarkan terjadinya peningkatan debit air yang cukup drastis akibat curah hujan yang tinggi. Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh intensitas hujan yang terjadi secara terus-menerus di wilayah hulu Sungai Lengi dan Sungai Lematang, sehingga daya tampung sungai tidak lagi mampu menahan volume air.
“Debit air Sungai Lengi dan Sungai Lematang meningkat cukup signifikan. Akibatnya, air meluap dan menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Gunung Megang,” ungkap Kompol Herry Widodo.
Ia mengimbau masyarakat yang terdampak banjir agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Warga diminta untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di lokasi yang tergenang air cukup dalam, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan selama proses evakuasi mandiri. Jika air terus naik, segera cari tempat yang lebih aman,” pesan Herry.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan akses transportasi darat di sejumlah titik terputus. Jalan penghubung antar desa yang biasanya digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari kini tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Untuk sementara, transportasi darat tidak bisa dilalui. Mobilitas warga hanya dapat dilakukan menggunakan perahu,” jelas Herry.
Kondisi tersebut tentu menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Beberapa warga terpaksa menunda aktivitas keluar desa karena akses jalan utama tergenang cukup dalam dan arus air masih cukup deras di beberapa titik.
Pihak Polres Muara Enim bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan rutin di lokasi-lokasi terdampak banjir. Aparat kepolisian bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kompol Herry Widodo menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila debit air kembali meningkat.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah-langkah evakuasi lanjutan apabila kondisi air semakin tinggi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih disiagakan di wilayah terdampak banjir untuk membantu mobilitas warga serta memantau perkembangan situasi. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari aparat dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.
Musim hujan yang masih berlangsung membuat potensi banjir susulan tetap perlu diwaspadai. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir di sepanjang aliran Sungai Lengi dan Sungai Lematang.
Diharapkan, dengan sinergi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah, dampak banjir dapat diminimalisir serta penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (*)











