Bersihkan Lahir Batin Menuju Ramadan 1447 H

BERSIH : Kegiatan kebersihan masjid AL Huda Tanjung Beringin

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di berbagai lingkungan masyarakat Muslim mulai berubah. Selain meningkatnya aktivitas keagamaan, satu tradisi yang hampir selalu hadir setiap tahun adalah kegiatan bersih-bersih masjid. Sekilas, kegiatan ini tampak sederhana: menyapu lantai, mencuci karpet, membersihkan tempat wudhu, hingga merapikan perlengkapan ibadah. Namun jika ditelisik lebih jauh, tradisi ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pekerjaan fisik.

Sama halnya yang dilakukan oleh pengurus masjid Al Huda Tanjung Beringin Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan. Membersihkan masjid membersihkan hati lahir batin menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Ketua Pengurus masjid Al Huda, KH Andi Aziz Saidi menerangkan, masjid bukan hanya bangunan tempat salat. Ia adalah pusat kehidupan sosial dan spiritual umat. Ketika masyarakat berkumpul untuk membersihkannya, sebenarnya yang sedang dirawat bukan hanya dinding dan lantai masjid, tetapi juga spirit kebersamaan yang menjadi ruh kehidupan beragama.

“Di tengah masyarakat yang semakin sibuk dengan urusan pribadi, kerja bakti menjelang Ramadan menjadi ruang langka di mana orang tua, pemuda, dan anak-anak kembali duduk dan bekerja bersama,”terang Andi seraya mengajak umat muslim di Tebing Tinggi dan khususnya yang berdomisili sekitar Tanjung Beringin untuk sama-sama menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Tradisi ini juga mencerminkan pesan penting dalam ajaran Islam bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan mempersiapkan kebutuhan konsumsi atau agenda ibadah, tetapi juga dengan menghadirkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan layak bagi semua jamaah. Masjid yang bersih akan menciptakan suasana khusyuk, terlebih saat malam-malam Ramadan dipenuhi salat tarawih dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

REHAT : Pengurus masjid Al Huda Tanjung Beringin Tebing Tinggi rehat sejenak kopi dan makanan ringan mengisi energi kebersihan masjid

Di sisi lain, kegiatan bersih-bersih masjid mengajarkan nilai sosial yang kian relevan di era modern: gotong royong. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana solidaritas sosial masih hidup di tengah arus individualisme. Tidak ada sekat status sosial ketika sapu dan kain pel berada di tangan setiap orang. Semua memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat rumah ibadah bersama.

“Allah SWT sendiri yang menggail para umat muslim yang beriman. Artinya ada yang spesial dalam bulan suci Ramadan untuk melaksanakan ibadah puasa. Nah sama halnya kegiatan kebersihan masjid ini adalah untuk membersihkan masjid secara logika, dan secara nurani kami ingin mengajak umat muslim untuk membersihkan hati membersihkan lahir batin kita,”tambah KH Andi Aziz Saidi.

Namun, tradisi ini seharusnya tidak berhenti sebagai aktivitas seremonial tahunan. Kebersihan masjid idealnya menjadi budaya yang terus dipelihara sepanjang tahun. Ramadan hanyalah momentum pengingat bahwa menjaga rumah ibadah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengurus masjid semata.

BACA JUGA

Ruwahan Menjelang Ramadhan 1447 H : Tradisi Doa, Ziarah, dan Silaturahmi yang Masih Lestari di Masyarakat

Strategi Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Bahkan, di era modern saat isu lingkungan semakin penting, kegiatan ini dapat diarahkan menjadi gerakan masjid ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penggunaan fasilitas yang berkelanjutan.

“Kita siap lahir batin, kita siap tenaga untuk rumah Allah SWT, apalagi kita sebagai umat Islam harus menjaga kebersihan. karena kebersihan itu sebagian dari iman,”ucap Wisnu salah satu anggota pengurus masjid yang ikut pada helatan kebersihan masjid tersebut.

Pada akhirnya, bersih-bersih masjid menjelang Ramadan mengandung pesan moral yang kuat. Sebelum membersihkan hati untuk beribadah, umat Islam diajak terlebih dahulu membersihkan ruang tempat mereka bersujud. Dari aktivitas sederhana inilah semangat Ramadan sebenarnya mulai tumbuh sebuah semangat kebersamaan, kepedulian, dan kesiapan menyambut bulan penuh rahmat dengan hati dan lingkungan yang sama-sama bersih.

‘Semoga kita semua menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah SWT di Ramadan 1447 H ini, karena kita tidak tahu apakah tahun depan masih mendapatkan hal yang sama,”pungkas KH Andi Aziz Saidi.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *