Ramadhan Bulan ‘Laundry’, Kesempatan Raih Derajat Ketaqwaan

Oleh : Aditya Chandra Utama S Kom I

Aditya Candra Utama Gumay S Kom I

Bulan suci Ramadhan hadir kembali di tahun 1447H/2026M ini.

Bulan di mana Allah SWT memberi peluang kepada orang-orang yang beriman untuk mensucikan diri.

Suci dari dosa dan noda dengan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Dalam kajian fikih, para ulama selalu mengawali bab pembahasannya dengan bab thaharah atau bersuci.

Bersuci dari najis, caranya najis dihilangkan. Bersuci dari hadas dengan cara berwudhu.

Itu bila hadas kecil, tetapi bila hadas besar tidak cukup berwudhu, yang bersangkutan harus mandi besar.

Thaharah tidak menghilangkan dosa. Thaharah juga tidak mensucian jiwa. Thaharah hanya menghilangkan najis dan hadas.

Bahkan seandainya seseorang mandi dengan air zamzam sekalipun, itu tidak dapat menghilangkan dosanya.

Untuk pensucian jiwa dikenal dengan tazkiyatun nafs. Penyuciannya tidak memakai air. Mendekatkan diri kepada Allah swt.

Allah berfirman:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ
خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10) [الشمس/7-10]

Demi jiwa dan penyempurnaan ciptaannya. Maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kejahatan dan ketaqwaan. Sungguh beruntung orang yang telah mensucikan jiwanya. Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (QS. Asy Sams: 7-10)

Setiap maksiat yang dilakukan manusia akan mengotori jiwanya. Semakin banyak maksiat, jiwa manusia akan semakin kotor.

Jiwa manusia itu dipersonifikasikan oleh hati. Bukan hati dalam arti fisik, yaitu lever. Tetapi hati dalam pengertian ruhani.

Kata Ibnu Qoyim, orang yang jiwanya kotor berarti hatinya sedang sakit. Kaum munafiq mengalami seperti ini. Dikatakan oleh Allah:

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا [البقرة/10]

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu.” (Al Baqarah Ayat 10)

Untuk sehat secara fisik, jantung menjadi motor penggeraknya. Jika jantung berhenti maka berhenti pula semua aktifitas anggota tubuh.

Itulah kematian. Pada kesehatan ruhani hatilah yang menjadi motornya. Jika hati rusak rusaklah semua anggota tubuh.

Sebagaiamana sabda Nabi :

“Nukman bin Basyir bekata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ketahuilah di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, jika segumpal darah itu sehat maka sehatlah seluruh tubuhnya, jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari)

BACA JUGA

GeberMas, Sucikan Hati, Jiwa dan Lingkungan Sambut Ramadhan 1447 H / 2026 M

Strategi Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Orang jika hatinya sakit, akan cenderung menyukai maksiat daripada ibadah. Sama-sama mengeluarkan uang, ia lebih suka nongkrong di kafe daripada sedekah di jalan Allah.

Memilih dusta daripada jujur. Lebih suka yang haram daripada yang halal. Bahkan lebih suka berzina daripada kumpul dengan pasangan resminya.

Orang yang telanjut kotor jiwanya hanya akan berhenti bermaksiat bila mendapatkan hidayah.

Dengan hidayah lalu ia akan mensucikan dirinya. Dan perlahan tapi pasti memperoleh cahaya kebenaran.

Firman Allah SWT:
“Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya dengan beriman. Dan mengingat nama Tuhannya lalu mendirikan sholat.” (QS. Al A’la Ayat 14-15)

Shalat, zikir dan puasa adalah cara menyucikan jiwa.

Ketika jiwa bersih dari penyakit hati maka manusia dapat menikmati hidup dengan bahagia, mensyukuri apa yang ada dan berjuang untuk mendapatkan kemulyaan di mata Allah yang Maha Rahman.

Semoga bulan suci Ramadhan di tahun 1447H/2026M ini kita dapat mengisinya dengan amalan istimewah.

Sehingga setiap detiknya berpahala dan menghapus dosa-dosa kita. Amiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Wallahu’alam bis showab!!!


Penulis ialah ASN Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu dan Anggota Gerakan Pemuda ANSOR Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *