Pemerintah Serap Aspirasi di Bulan Suci

Foto : ist SAPA: Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad didampingi Ketua TP PKK Hj Hepy Sapriani di desa Lesung Batu Lintang Kanan, Sabtu (21/2/2026)

Empat Lawang – Patut diapresiasi kinerja pemerintah kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan.

Kendati tengah sibuk beribadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 H. Namun menyempati serap aspirasi untuk kemajuan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Langit senja di Desa Lesung Batu, Kecamatan Lintang Kanan, perlahan meredup. Satu per satu masyarakat melangkah menuju halaman masjid, membawa harapan yang sama: ingin didengar.

Di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, desa tersebut menjadi saksi perjumpaan penuh makna antara pemerintah dan rakyat.

Di tengah suasana religius itu, H Joncik Muhammad hadir langsung menyapa warga. Didampingi Ketua TP PKK Hj. Hepy Sapriani serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu (21/2/2026).

Bupati Empat Lawang mengikuti Safari Ramadan sebagai wujud komitmen kepemimpinannya di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Datang, mendengar, dan menyerap aspirasi masyarakat dari desa ke desa.

“Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin pemerintahan. Ini dalah ruang dialog batin, tempat pemerintah menanggalkan sekat formalitas dan mendekatkan diri pada realitas kehidupan warganya,”kata Joncik.

Kehadiran langsung orang nomor satu di Empat Lawang memberi rasa dihargai bagi masyarakat Desa Lesung Batu. Bagi warga, ini bukan hanya kunjungan simbolik, melainkan bukti bahwa pemerintah berupaya menembus batas birokrasi dan membuka ruang partisipasi publik.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, Bupati Joncik Muhammad mendengarkan aspirasi warga dengan seksama. Pembahasan tidak terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh persoalan mendasar. Diantaranya akses layanan publik, perhatian terhadap generasi muda, penguatan nilai keagamaan, hingga pemerataan kesejahteraan.

Warga menyampaikan harapan dengan bahasa yang lugas dan jujur. Ada keinginan agar pembangunan desa semakin berkeadilan, ada pula aspirasi agar nilai religius tetap menjadi fondasi dalam setiap kebijakan daerah.

Bupati Joncik Muhammad menegaskan komitmennya. “Sampaikan kepada kami aspirasi, asa, dan harapan masyarakat se-Kabupaten Empat Lawang. Baik melalui stakeholder dinas, badan, kantor, termasuk juga DPRD. Insyaallah akan kita usahakan dan ikhtiarkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa penyerapan aspirasi tidak berhenti di Desa Lesung Batu. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang telah membagi tim Safari Ramadan, melibatkan Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, untuk menjangkau desa-desa lain.

“Kecamatan lain insyaallah akan mendapatkan giliran sesuai jadwal,” tambahnya.

Safari Ramadan sebagai Ikhtiar Menyatukan Langkah

Dalam suasana ibadah dan kebersamaan, Safari Ramadan 1447 H menjelma perekat ukhuwah Islamiyah. Pemerintah daerah, TP PKK, ibu-ibu pengajian, tokoh agama, serta masyarakat duduk dalam satu saf—menyimbolkan persatuan dan tanggung jawab kolektif membangun Empat Lawang.

Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menekankan nilai kepedulian sosial, kejujuran, dan gotong royong. Nilai-nilai ini pula yang kerap digaungkan Joncik Muhammad sebagai roh pembangunan daerah. Pembangunan yang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga membangun karakter masyarakat.

Komitmen Menuju Empat Lawang MADANI

Bagi masyarakat, Safari Ramadan membawa harapan sederhana namun mendalam: agar suara yang disampaikan tidak berhenti di malam itu saja. Mereka ingin aspirasi benar-benar diperjuangkan dan diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Di bawah cahaya Ramadan, asa itu kembali dinyalakan. Dari desa-desa, harapan tumbuh untuk Empat Lawang yang MADANI—Makmur, Aman, Damai, Agamais, Nasionalis, dan Indah. Sebuah cita-cita yang terus diikhtiarkan, dengan doa dan kerja bersama, agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *