Rumah Warga Palembang Diteror Bom Molotov, Polisi Buru Pelaku

Palembang | Ketenangan sebuah keluarga di Palembang mendadak terusik setelah rumah mereka menjadi sasaran teror pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini dialami Indra (38), warga Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 02.24 WIB. Dalam kejadian itu, dua orang pelaku yang belum diketahui identitasnya diduga sengaja melemparkan bom molotov ke arah rumah korban.

Aksi tersebut tidak hanya mengejutkan penghuni rumah, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian properti. Bumper depan mobil milik korban mengalami kerusakan, sementara rolling door rumah juga ikut terbakar akibat lemparan benda berisi bahan bakar tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, trauma dan rasa takut masih dirasakan oleh keluarga korban, mengingat kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi.

Salah seorang saksi, Rini, mengungkapkan bahwa saat kejadian dirinya sempat mendengar suara benda jatuh di depan rumah. Ketika diperiksa, ternyata benda tersebut adalah botol yang telah dimodifikasi menyerupai bom molotov.

“Awalnya saya dengar suara benda jatuh di teras. Setelah dilihat, ternyata botol yang dibentuk seperti bom molotov dan dilempar ke halaman rumah,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan di lokasi, total terdapat empat bom molotov yang dilemparkan oleh pelaku. Tiga di antaranya masuk ke area teras rumah, sementara satu lainnya jatuh di luar rumah.

Lemparan tersebut mengakibatkan kerusakan pada satu unit mobil Honda Mobilio bernomor polisi BH 1405 HN milik korban. Selain itu, bagian rolling door sebelah kiri rumah juga mengalami kerusakan akibat terbakar.

Lebih mengkhawatirkan, Rini menyebut bahwa aksi teror ini merupakan kejadian kedua yang dialami keluarga tersebut. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada malam pergantian tahun.

“Ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya juga pernah terjadi saat malam tahun baru. Kami sudah melaporkan, tapi sekarang terjadi lagi,” ungkapnya dengan nada cemas.

Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut-larut, kejadian ini berpotensi membahayakan keselamatan seluruh anggota keluarga.

“Kalau terus terjadi, sangat berbahaya. Bisa saja nanti menyebabkan kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat dari Polsek Ilir Barat I langsung mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 06.00 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan serpihan botol kaca yang diduga digunakan sebagai media bom molotov. Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) juga menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor.

“Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor. Setibanya di depan rumah korban, mereka langsung melemparkan botol berisi bensin ke arah rumah,” jelasnya.

Ia menambahkan, total terdapat empat bom molotov yang dilemparkan dalam aksi tersebut. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku sekaligus mendalami motif di balik aksi nekat tersebut.

“Kami masih terus memburu pelaku dan mendalami motifnya. Semua kemungkinan sedang kami selidiki,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar tindak kriminal yang meresahkan masyarakat, khususnya aksi teror menggunakan bahan berbahaya yang dapat memicu kebakaran besar.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran serta masyarakat dinilai sangat penting dalam membantu aparat mengungkap kasus-kasus kriminal, terutama yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.

Dengan adanya penyelidikan yang tengah berlangsung, diharapkan pelaku segera tertangkap dan motif di balik aksi teror ini dapat terungkap, sehingga memberikan rasa aman bagi warga sekitar serta mencegah kejadian serupa terulang kembali. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *