Kecelakaan Lalu Lintas Naik Tajam Selama Operasi Ketupat Musi 2026 di Sumsel

Palembang | Pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan selama periode 13 hingga 25 Maret 2026 mencatat sejumlah capaian positif di bidang pelayanan dan pengamanan.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, terjadi lonjakan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Berdasarkan data resmi, total kecelakaan lalu lintas selama operasi tahun ini mencapai 129 kasus.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat 80 kasus.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran turut berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan di jalan raya.

Tidak hanya jumlah kejadian, peningkatan juga terjadi pada jumlah korban jiwa.

Pada Operasi Ketupat Musi 2026, tercatat sebanyak 29 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Angka ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 16 orang.

Selain korban meninggal, jumlah korban luka berat juga mengalami peningkatan, yakni dari 56 orang pada 2025 menjadi 59 orang pada tahun ini.

Sementara itu, korban luka ringan mengalami lonjakan paling signifikan, dari 96 orang pada tahun lalu menjadi 168 orang di tahun 2026.

Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa peningkatan ini juga berdampak pada kerugian materiil yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu lintas.

“Total kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun ini mencapai Rp1,08 miliar. Sementara pada 2025 hanya Rp288,4 juta,” ungkapnya.

Lonjakan angka kecelakaan ini menjadi ironi di tengah meningkatnya berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian.

Selama operasi berlangsung, tercatat sebanyak 30.957 kegiatan preemtif dan preventif telah dilaksanakan, meningkat 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan kegiatan ini mencerminkan intensitas kehadiran aparat di lapangan, baik melalui patroli, pengaturan lalu lintas, hingga sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Di sisi lain, Polda Sumsel juga mencatat kemajuan signifikan dalam bidang penegakan hukum berbasis teknologi melalui penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Penindakan melalui ETLE mengalami peningkatan drastis hingga 658 persen.

Jika pada tahun 2025 penindakan ETLE statis hanya mencatat 5 kasus, maka pada 2026 meningkat menjadi 176 kasus.

Sementara itu, penindakan melalui ETLE mobile juga mengalami lonjakan, dari 45 kasus pada tahun lalu menjadi 341 kasus pada tahun ini.

Sebaliknya, penindakan melalui tilang manual atau non-ETLE mengalami penurunan drastis. Pada 2025 tercatat sebanyak 741 kasus tilang manual, sedangkan pada 2026 hanya 8 kasus.

Hal ini menunjukkan transformasi signifikan menuju sistem penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Untuk sanksi teguran kepada pelanggar lalu lintas, jumlahnya relatif stabil.

Pada 2025 tercatat sebanyak 2.984 kasus, sementara pada 2026 sedikit menurun menjadi 2.936 kasus.

Operasi Ketupat Musi 2026 Selesai, Layanan Meningkat Namun Kecelakaan Naik

Lubang Jalan Picu Kecelakaan di Jalintengsum Empat Lawang

Selain aspek penegakan hukum dan kecelakaan, peningkatan mobilitas masyarakat juga terlihat dari data penggunaan berbagai moda transportasi.

Selama periode Lebaran 2026, jumlah penumpang pesawat meningkat 38 persen menjadi 178.533 orang.

Transportasi darat melalui terminal bus juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 43 persen dengan total 70.301 penumpang.

Sementara itu, pengguna kereta api mencapai 78.120 penumpang atau meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sektor jalan tol, arus kendaraan tercatat mencapai 459.476 unit.

Lonjakan trafik ini terjadi di sejumlah ruas strategis, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) serta ruas Indralaya–Prabumulih yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah di Sumatera Selatan.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas, ribuan personel gabungan dari kepolisian diterjunkan ke berbagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

Penempatan personel dilakukan secara strategis di jalur-jalur utama, termasuk kawasan perkotaan dan jalur lintas kabupaten/kota.

Selain itu, Polda Sumsel juga memanfaatkan teknologi dalam mendukung pengawasan lalu lintas.

Penggunaan pemantauan dari udara menjadi salah satu langkah inovatif untuk mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

“Kami juga menggunakan teknologi untuk mempercepat pengamatan dari udara sekaligus pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat,” tambah Nandang.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, tingginya angka kecelakaan menunjukkan bahwa faktor keselamatan berkendara masih menjadi tantangan besar.

Kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, kondisi kendaraan, serta kesiapan fisik pengemudi menjadi faktor penting yang harus terus ditingkatkan.

Polda Sumatera Selatan pun mengimbau masyarakat, khususnya yang masih melakukan perjalanan arus balik, untuk lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat berkendara.

Pengemudi diharapkan beristirahat jika merasa lelah, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga jarak aman selama perjalanan.

Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 akan menjadi dasar bagi peningkatan strategi pengamanan dan pelayanan.

Diharapkan, dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, sehingga setiap momentum Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi semua pihak. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *