Ahmad Syahri Maju Calon Ketua PKB Lahat, Usung Jalur Kader

Lahat | Langkah politik baru mulai diambil oleh Ahmad Syahri Kurnianto dengan menyatakan diri sebagai bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lahat.

Kehadirannya membawa warna berbeda dalam kontestasi internal partai, terutama karena ia bukan berasal dari kalangan pejabat maupun anggota legislatif aktif.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Syahri saat memperkenalkan diri sebagai bakal calon dalam momentum penjaringan calon Ketua DPC PKB Lahat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Momen ini menjadi titik awal keseriusannya untuk kembali berkiprah di panggung politik daerah melalui jalur kaderisasi.

Berbeda dengan kandidat lain yang umumnya memiliki latar belakang sebagai pejabat publik, Ahmad Syahri justru menegaskan bahwa statusnya sebagai non-pejabat merupakan kekuatan tersendiri. Ia menyebut dirinya sebagai satu-satunya calon yang maju tanpa embel-embel jabatan formal, baik di eksekutif maupun legislatif.

“Saya satu-satunya calon yang bukan pejabat, maju dalam bursa calon Ketua DPC PKB Lahat. Ini bukan kelemahan, tapi kekuatan,” tegasnya, Jumat (10/4/2026).

Dalam pandangannya, posisi tersebut justru memberikan keleluasaan untuk lebih dekat dengan masyarakat tanpa terikat kepentingan kekuasaan.

Ia ingin menghadirkan perspektif baru dalam dinamika politik internal partai, dengan menekankan pentingnya mendengar aspirasi akar rumput secara langsung.

Meski bukan pejabat, Ahmad Syahri bukanlah sosok baru di lingkungan PKB. Ia memiliki rekam jejak sebagai Sekretaris DPC PKB Lahat periode 2014–2019.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami dinamika internal partai, sekaligus memperkuat legitimasi dirinya sebagai kader yang telah lama berproses.

Selain itu, latar belakang organisasinya juga menjadi nilai tambah. Ahmad Syahri dikenal sebagai kader aktif Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ciputat.

Ia menilai, pengalaman berorganisasi di PMII telah membentuk karakter kepemimpinan yang berorientasi pada keberpihakan terhadap masyarakat.

“PMII bukan sekadar organisasi. Di sana kami ditempa untuk dekat dengan rakyat, berani bersuara, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keadilan,” ujarnya.

Bagi Ahmad Syahri, jalur kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membangun partai politik yang sehat.

Ia menilai, partai seharusnya memberikan ruang yang adil bagi kader internal untuk berkembang dan memimpin, bukan hanya mengandalkan figur yang memiliki popularitas atau kekuatan modal.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk membawa semangat kaderisasi tersebut ke dalam kepemimpinan PKB Lahat jika dipercaya memimpin.

Menurutnya, penguatan basis kader merupakan kunci dalam menjaga soliditas dan keberlanjutan partai di tingkat daerah.

Dalam strategi politiknya, Ahmad Syahri mengedepankan pendekatan akar rumput. Ia berencana memperluas ruang dialog dengan masyarakat serta memperkuat jaringan kader sebagai ujung tombak pergerakan partai.

Ia juga menolak bergantung pada kekuatan jabatan, dan lebih memilih mengandalkan loyalitas serta militansi kader.

“Ini bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa yang paling siap. Saya percaya kekuatan kader adalah kekuatan utama partai,” ungkapnya.

Di tengah dinamika politik lokal di Kabupaten Lahat, langkah Ahmad Syahri dinilai sebagai upaya menghadirkan alternatif kepemimpinan yang lahir dari proses kaderisasi.

Ia melihat adanya kebutuhan akan figur yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki rekam jejak organisasi dan komitmen terhadap nilai-nilai partai.

Namun, jalan yang ditempuh tentu tidak mudah. Ia akan berhadapan dengan kandidat lain yang memiliki keunggulan dari sisi kekuasaan maupun sumber daya. Meski demikian, Ahmad Syahri mengaku tidak gentar menghadapi persaingan tersebut.

Baginya, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ruang pengabdian yang harus dijalankan dengan integritas.

Ia menegaskan pentingnya mengembalikan politik pada nilai-nilai dasar, seperti kejujuran, keberpihakan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Ia juga berharap, proses Muscab PKB Lahat dapat berjalan secara demokratis dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh kandidat, termasuk kader internal seperti dirinya.

Kini, publik dan kader PKB Lahat menantikan bagaimana dinamika Muscab akan berlangsung. Apakah partai akan memberikan kepercayaan kepada kader murni seperti Ahmad Syahri, atau tetap memilih figur dengan kekuatan elektoral yang lebih besar.

Yang jelas, langkah Ahmad Syahri Kurnianto telah membuka ruang diskusi baru tentang pentingnya kaderisasi dalam politik lokal.

Ia hadir bukan hanya sebagai calon, tetapi sebagai representasi dari semangat perubahan yang berangkat dari bawah.

Dengan membawa identitas sebagai kader, bukan pejabat, Ahmad Syahri mencoba menantang arus dominasi politik berbasis kekuasaan.

Sebuah langkah yang berani, dan sekaligus menjadi ujian bagi komitmen partai dalam membangun demokrasi internal yang sehat dan inklusif. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *