PALEMBANG — Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kota Palembang periode 2026–2030 resmi dikukuhkan, belum lama ini, Kamis (12/2/2026).
Momentum ini tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga penguatan jejaring kelembagaan melalui kerja sama dengan perbankan, rumah sakit, dan media.
Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palembang, H. Muflikhul Hasan, S.Ag., M.Si., dan dihadiri sejumlah pejabat serta mitra organisasi. Kakan Kemenag dalam kesempatan tersebut diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Abubakar.
Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars APRI, serta pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris PW APRI Sumatera Selatan. Selanjutnya dilakukan penandatanganan naskah pengukuhan dan penyerahan surat keputusan kepengurusan serta bendera pataka.
Ketua PC APRI Kota Palembang, H. Zulfikar Ali Fajri, S.Ag., M.Si., mengatakan kepengurusan baru berkomitmen meningkatkan profesionalitas penghulu, terutama dalam pelayanan pencatatan pernikahan dan pembinaan keluarga sakinah.
“APRI harus hadir sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Penghulu tidak hanya menikahkan, tetapi juga membina dan mengedukasi,” ujar Zulfikar.
Dalam kesempatan itu, PC APRI Kota Palembang menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU), masing-masing dengan BSI Cabang Palembang Sudirman, RSIA Bunda Noni, dan Media di Palembang.
Menurut Zulfikar, kerja sama dengan BSI diarahkan pada penguatan literasi dan akses layanan perbankan syariah bagi penghulu serta masyarakat binaan. Adapun kemitraan dengan RSIA Bunda Noni difokuskan pada edukasi kesehatan ibu dan anak serta dukungan bagi program pembinaan keluarga.
Sementara itu, kerja sama dengan Media bertujuan memperluas publikasi kegiatan kepenghuluan dan edukasi keluarga.
Mewakili jajaran redaksi salah satu media Online di Palembang, Yosep Suterisno, SE, menyatakan komitmen medianya untuk mendukung publikasi program APRI secara profesional.
“Kami siap bersinergi dalam mempublikasikan kegiatan APRI Palembang secara berimbang. Kami juga membuka peluang kolaborasi pelatihan menulis bagi para penghulu dalam format news story,” kata Yosep.
Ia menilai pengalaman para penghulu di lapangan menyimpan banyak kisah sosial yang bernilai edukatif bagi masyarakat. “Banyak pengalaman inspiratif maupun dinamika keluarga yang dapat menjadi pembelajaran publik,” ujarnya.
Selain penandatanganan kerja sama, APRI Palembang menerima bantuan telepon pintar dari STIKES Dona sebagai dukungan terhadap digitalisasi layanan administrasi kepenghuluan.
Ketua PW APRI Sumatera Selatan, Drs. H. Anwar, M.Si., berharap kepengurusan baru dapat memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kapasitas penghulu menghadapi tantangan era digital.
Perwakilan Kemenag Kota Palembang juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas penghulu sebagai garda terdepan dalam pelayanan pencatatan nikah dan pembinaan keluarga.
Pengukuhan ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta foto bersama pengurus dan undangan. Melalui penguatan kemitraan ini, APRI Palembang diharapkan semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pengukuhan PC APRI Kota Palembang periode 2026–2030 beserta langkah strategis yang ditempuh melalui kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, penguatan kelembagaan penghulu tidak cukup hanya melalui konsolidasi internal, tetapi juga harus dibarengi kemitraan yang produktif dengan perbankan syariah, layanan kesehatan, dan media.
“Penghulu adalah representasi negara dalam pelayanan keagamaan di bidang pernikahan. Profesionalitas, integritas, dan kapasitas literasi mereka harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab dinamika sosial yang semakin kompleks,” ujarnya.
Syafitri menilai kolaborasi dengan media memiliki nilai penting dalam membangun edukasi publik tentang ketahanan keluarga dan moderasi beragama.
Ia berharap para penghulu tidak hanya piawai dalam administrasi dan bimbingan pranikah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan pembinaan keluarga secara komunikatif dan mencerahkan.
“Sinergi ini harus menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan,” katanya. (imron)












