Palembang | Usai merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah bersama keluarga di kampung halaman, para pemudik kini mulai bersiap kembali ke kota asal masing-masing. Pergerakan arus balik Lebaran 2026 pun mulai terasa di berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Berdasarkan sejumlah prediksi dari instansi terkait, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 27 hingga 28 Maret 2026.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syauqi Shahab, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Lebaran atau tepatnya 28 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa total pergerakan pesawat selama masa angkutan Lebaran tahun ini diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total mencapai 1.176 pergerakan pesawat.
Tak hanya itu, jumlah penumpang juga diperkirakan meningkat signifikan. “Untuk pergerakan penumpang diprediksi mencapai 188.129 orang atau naik 3,8 persen dibandingkan tahun 2025,” ujarnya. Ia memastikan bahwa seluruh fasilitas bandara, baik di sisi udara maupun darat, telah dipersiapkan secara optimal guna memberikan pelayanan maksimal selama periode arus balik.
Sementara itu, moda transportasi kereta api juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memprediksi puncak arus balik akan berlangsung pada periode 27 hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 11.426 orang atau telah memenuhi 100 persen kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa terdapat tiga layanan kereta api utama yang melayani arus balik masyarakat, yakni KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau, KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang, serta KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau.
“Tingginya jumlah penumpang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin meningkat. Kami berkomitmen untuk memastikan perjalanan yang selamat, tepat waktu, dan nyaman,” jelasnya.
Di sektor transportasi laut, lonjakan penumpang juga diprediksi terjadi pada layanan kapal cepat Express Bahari. Puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret dan 29 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, jumlah penumpang diprediksi mencapai 90 hingga 100 persen dari kapasitas kapal.
Menariknya, pola pergerakan penumpang pada arus balik berbeda dengan arus mudik. Jika sebelumnya arus mudik didominasi perjalanan dari Muntok menuju Palembang, maka pada arus balik ini pergerakan lebih banyak terjadi dari Pelabuhan Boombaru menuju Muntok.
Di sisi lain, kesiapan jalur darat juga menjadi perhatian utama dalam menghadapi arus balik. Satlantas Polres Ogan Ilir telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya di jalur utama Palembang–Indralaya yang mengarah ke Prabumulih dan Kayuagung.
Selain itu, lima pos pemantauan telah didirikan di titik strategis, seperti Simpang Sakatiga, Simpang Tol Keramasan, Lorok, rest area tol Palembang–Kayuagung, serta Tanjung Raja. Pos-pos ini difungsikan tidak hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melintas.
Apabila terjadi kepadatan di kawasan Pasar Indralaya, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur alternatif menuju Tanjung Senai. Skema ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang berpotensi terjadi di pusat keramaian.
Perusahaan pengelola jalan tol, PT Hutama Karya (Persero), juga terus memantau perkembangan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat, terutama pada ruas-ruas tol yang menghubungkan antar kota dan akses menuju kawasan perkotaan.
Pihak Hutama Karya mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima. Pengguna jalan juga diingatkan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.
Langkah serupa juga dilakukan oleh jajaran kepolisian di daerah lain, seperti Polres OKU Timur. Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat pos, terdiri dari dua pos pelayanan dan dua pos pengamanan di sejumlah titik strategis.
Pos pelayanan ditempatkan di Kota Baru, Kecamatan Martapura dan Desa Petanggan, Kecamatan Belitang Mulia. Sementara pos pengamanan berada di kawasan Gumawang dan Desa Tulus Ayu. Pos-pos ini akan difokuskan untuk mengantisipasi kejahatan 3C, mengurai kemacetan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Arus balik tahun ini juga diperkirakan terbagi menjadi dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 24–25 Maret dan gelombang kedua yang mencapai puncaknya pada 28–29 Maret 2026.
Sementara itu, kondisi di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung diprediksi relatif lancar. Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, menyebut bahwa kelancaran ini sangat bergantung pada pembatasan kendaraan truk selama arus mudik dan balik.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan tol fungsional Palembang–Betung cukup membantu mengurangi beban lalu lintas di jalur utama. “Adanya jalur alternatif ini sangat membantu mengurai kepadatan kendaraan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kesiapan berbagai sektor transportasi dan pengamanan menunjukkan bahwa pemerintah dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Dengan koordinasi yang baik serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, diharapkan perjalanan kembali ke kota asal dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. **












