Palembang | Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Palembang mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Ribuan pemudik memadati berbagai moda transportasi, mulai dari kereta api, pesawat, kapal, hingga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk pulang ke kampung halaman.
Pantauan di Stasiun Kertapati Palembang pada Minggu (15/3/2026) pagi menunjukkan aktivitas keberangkatan penumpang yang cukup padat. Ribuan calon penumpang terlihat memadati area stasiun untuk melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.
Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang, hingga hari keempat masa angkutan Lebaran tercatat sebanyak 14.335 penumpang telah menggunakan layanan kereta api dari wilayah tersebut. Angka tersebut merupakan akumulasi dari penumpang yang menggunakan beberapa layanan kereta api, di antaranya KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta api selama periode angkutan Lebaran terus mengalami peningkatan.
Menurutnya, sejak tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026 atau periode H-10 hingga H+10 Lebaran, penjualan tiket kereta api di wilayah Divre III Palembang telah mencapai 97.089 tiket.
“Secara kumulatif, penjualan tiket mencapai 97.089 tiket untuk perjalanan kereta api di wilayah Divre III Palembang pada masa angkutan Lebaran 2026,” ujar Aida.
Ia menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 69.336 tiket merupakan penjualan perjalanan kereta api yang berangkat dari wilayah Divre III Palembang. Sementara itu, sebanyak 27.753 tiket lainnya merupakan penjualan perjalanan kereta api Rajabasa dengan tujuan akhir Stasiun Kertapati.
Aida juga mengungkapkan bahwa meningkatnya angka penjualan tiket tersebut tidak terlepas dari sistem pembelian tiket parsial yang memungkinkan satu kursi digunakan oleh lebih dari satu penumpang dengan rute berbeda dalam satu perjalanan.
Untuk beberapa layanan kereta api, tiket bahkan telah terjual habis. Tiket perjalanan untuk KA Rajabasa pulang-pergi serta KA Bukit Serelo selama masa angkutan Lebaran dari 11 Maret hingga 1 April telah terjual 100 persen.
Sementara itu, tiket untuk KA Sindang Marga masih tersedia dalam jumlah terbatas. Untuk periode keberangkatan 20 hingga 22 Maret, masih tersedia sekitar 25 persen kursi. Sedangkan untuk keberangkatan 25 Maret hingga 1 April, masih tersedia sekitar 30 persen kursi.
Aida mengimbau masyarakat yang berencana melakukan perjalanan selama masa mudik agar memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih ada pada KA Sindang Marga, khususnya untuk rute menuju Lubuk Linggau maupun sebaliknya.
Selain itu, masyarakat juga diminta datang lebih awal ke stasiun agar proses keberangkatan berjalan lancar.
“Saat proses boarding pass, penumpang harus menunjukkan identitas asli. Untuk anak usia 0 hingga 2 tahun dapat menunjukkan Kartu Identitas Anak dan fotokopi kartu keluarga milik orang tuanya,” jelasnya.
Lonjakan penumpang juga terjadi di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Posko terpadu angkutan Lebaran di bandara tersebut telah mulai beroperasi guna memantau pergerakan penumpang selama periode mudik.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan bahwa jumlah penumpang penerbangan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Jumat (13/3), tercatat sebanyak 9.335 penumpang domestik dan internasional melakukan perjalanan melalui bandara tersebut dengan total 67 penerbangan. Rinciannya terdiri dari 63 penerbangan domestik dengan 9.004 penumpang dan empat penerbangan internasional dengan 331 penumpang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 32,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencapai 7.044 penumpang.
Sementara itu, pada Sabtu (14/3) jumlah penumpang kembali meningkat menjadi 12.268 orang, dengan rincian 11.722 penumpang domestik dan 546 penumpang internasional.
Syaugi memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada H-2 Lebaran atau sekitar 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau 28 Maret 2026.
Secara keseluruhan, pergerakan pesawat selama masa Lebaran 2026 diprediksi mencapai 1.176 penerbangan atau meningkat sekitar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, jumlah penumpang juga diperkirakan mencapai 188.129 orang atau meningkat sekitar 3,8 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di sejumlah pool bus AKAP di Palembang. Pantauan di pool bus di Jalan Kol H Barlian Km 9 menunjukkan banyak pemudik yang hendak pulang ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
Salah satu pemudik, Sugio, mengaku bersyukur dapat memperoleh tiket bus untuk perjalanan mudik bersama keluarganya menuju Yogyakarta.
“Siang ini berangkat bersama istri dan anak-anak,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di pool bus Rosalia Indah dan EPA Star Palembang yang dipadati calon penumpang dengan berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera Barat.
Sementara itu, pengamanan arus mudik juga terus diperkuat oleh aparat kepolisian. Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, menyatakan bahwa personel kepolisian telah disiagakan di berbagai simpul transportasi untuk memastikan keamanan pemudik.
“Personel kami hadir di semua moda transportasi, mulai dari dermaga, jalan raya hingga stasiun kereta api,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, yang menegaskan bahwa pengerahan personel di berbagai titik transportasi merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran. (*)










