Palembang | Pemerintah Kota Palembang mulai mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Senin (16/3/2026). Kebijakan ini disambut antusias oleh para pegawai di lingkungan pemerintah kota, termasuk tenaga pendidik yang menilai pencairan THR sangat membantu dalam memenuhi berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pencairan THR tersebut menjadi kabar baik bagi ribuan ASN dan PPPK di Palembang. Selain membantu kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat karena meningkatnya daya beli para pegawai.
Menjelang Idul Fitri, kebutuhan rumah tangga umumnya mengalami peningkatan, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian baru, hingga biaya perjalanan mudik. Dengan adanya pencairan THR lebih awal, para pegawai pemerintah dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan tersebut dengan lebih tenang.
Salah satu guru ASN di salah satu SMP Negeri di Palembang, Mayasari, mengaku bersyukur karena THR tahun ini dapat diterima tepat waktu. Ia menilai tunjangan tersebut sangat membantu para pegawai negeri dalam mempersiapkan kebutuhan keluarga menjelang hari raya.
“Alhamdulillah THR sudah cair hari ini. Ini tentu sangat membantu kami sebagai ASN, apalagi menjelang Idul Fitri biasanya kebutuhan keluarga meningkat. Dengan adanya THR ini kami bisa lebih tenang dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran,” ujarnya.
Menurut Mayasari, pencairan THR setiap tahun memang selalu menjadi kabar yang paling dinantikan oleh para ASN. Dana tersebut biasanya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari memenuhi kebutuhan pokok hingga membantu keluarga di kampung halaman.
Selain itu, sebagian ASN juga menggunakan dana THR untuk biaya perjalanan mudik agar dapat berkumpul dengan keluarga saat perayaan Idul Fitri.
Hal serupa juga disampaikan oleh Pujiastuti, seorang guru PPPK di salah satu sekolah dasar negeri di Palembang. Ia menyampaikan rasa syukur karena pemerintah turut memberikan perhatian kepada pegawai PPPK melalui pencairan THR.
Menurut Pujiastuti, kebijakan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap pengabdian para guru PPPK yang selama ini berperan penting dalam dunia pendidikan.
“Sebagai guru PPPK kami merasa sangat diperhatikan. THR ini sangat berarti bagi kami dan keluarga, apalagi menjelang Lebaran. Semoga ke depan kesejahteraan guru, baik ASN maupun PPPK, semakin diperhatikan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian dana THR yang diterimanya akan digunakan untuk menabung serta membantu keluarga yang membutuhkan. Menurutnya, momen Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk berbagi dengan kerabat dan orang-orang terdekat.
Sementara itu, Tiara, staf Tata Usaha PPPK di salah satu SD Negeri di Palembang, juga mengungkapkan rasa syukur atas pencairan THR yang diterimanya.
Ia menilai kebijakan pemerintah mencairkan THR menjelang Lebaran sangat membantu para pegawai dalam memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur kepada Pemerintah Kota Palembang karena THR kami sudah cair. Ini tentu sangat membantu kami dalam mempersiapkan kebutuhan menjelang Idul Fitri bersama keluarga,” katanya.
Selain memberikan dampak positif bagi pegawai pemerintah, pencairan THR juga dinilai dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat luas. Dengan meningkatnya daya beli ASN dan PPPK, sektor perdagangan dan jasa diperkirakan akan ikut terdorong, terutama menjelang puncak aktivitas ekonomi saat Ramadan dan Idul Fitri.
Pemerintah daerah juga berharap pencairan THR ini dapat membantu para pegawai dalam memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus menunda berbagai kebutuhan penting menjelang hari raya.
Dengan adanya kebijakan tersebut, para ASN dan PPPK di Palembang kini dapat lebih fokus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mempersiapkan perayaan Idul Fitri bersama keluarga dengan lebih tenang. (*)










