Awal Yang Baik Tiwi – Fadia Badminton Indonesia 2026

German Open 2026, Fadia-Tiwi Sukses Tundukkan Denmark

foto ilustrasi

JERMAN – Sahabat pembaca Interaksi Massa dan pecinta Badminton Indonesia yang berbahagia Di Westenergie Sporthalle, Jerman, pada pertandingan German Open 2026 pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, kerap disapa Pasangan Tiwi-Fadia akan bertanding di babak 16 besar, Kamis (26/2) berhadapan pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih-Yun

Dilansir situs resmi Djarum Badminton, Tiwi menyebut dirinya pernah berhadapan dengan salah satu dari mereka, meski dalam kombinasi pasangan yang berbeda. Artinya, ada sedikit gambaran namun tetap menyimpan banyak teka-teki.

Evaluasi bersama pelatih akan menjadi kunci. Rekaman pertandingan lawan akan dipelajari, pola permainan akan dibedah, dan strategi akan diramu dengan cermat. Bagi Tiwi-Fadia, setiap laga kini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana terus berkembang di tengah persaingan ketat level dunia.

Informasi sebelumnya, langkah pertama sudah mereka lewati dengan meyakinkan. Di antara sunyi yang tak biasa, mereka justru menemukan ritme dan arah baru menuju panggung yang lebih tinggi.

Di tengah atmosfer yang tak seramai biasanya, langkah mantap justru lahir dari kesunyian. Pasangan putri ganda Indonesia Badminton menang di langkah awal yang baik dengan kemenangan yang bukan sekadar angka melainkan harapan baru. Rabu siang itu (25/2), Tiwi dan Fadia tampil tanpa banyak hiruk-pikuk dukungan khas turnamen besar.

BACA JUGA

Mengulas Sejarah ; Mia Audina ‘Anak Ajaib’ Peraih 2 Medali Perak Olympiade Dunia

An Se-Young dan Akane Yamaguchi, Tantangan dan Ujian PKW di All England dan Uber Cup 2026

“Feel pertandingan kali ini cukup berbeda,” ujar Fadia, menggambarkan atmosfer yang tak biasa. Meski demikian, pasangan yang kini bertengger di peringkat ke-90 dunia itu tak ingin larut dalam situasi. Mereka datang dengan satu misi: mengumpulkan poin demi mendongkrak posisi di ranking dunia.

Menghadapi wakil Denmark, Kathrine Vang-Mette Werge, Tiwi-Fadia tampil dominan sejak awal. Gim pertama berjalan nyaris tanpa cela. Pola permainan yang telah mereka siapkan mengalir mulus dan serangan rapi, pertahanan solid, dan kontrol lapangan yang presisi. Skor 21-8 menjadi bukti betapa mereka mampu mengendalikan pertandingan.

Memasuki game kedua, lawan mencoba keluar dari tekanan. Reli dipanjangkan, ritme diubah, dan tempo pertandingan diperlambat. Strategi itu sempat mengganggu keseimbangan permainan Tiwi-Fadia. Mereka bahkan tertinggal dalam perolehan angka.

Tiwi mengakui, mereka sempat terbawa pola permainan lawan. Tapi alih-alih panik, keduanya memilih beradaptasi. Mereka mengikuti tempo lebih dulu, membaca celah, lalu perlahan mengambil kembali kendali. Perubahan kecil dalam strategi itu menjadi titik balik. Permainan kembali ke jalur yang mereka inginkan.

Skor 21-14 menutup gim kedua, sekaligus memastikan kemenangan straight games dalam waktu 33 menit.

Bagi Tiwi, kemenangan ini bukan hanya soal lolos ke babak berikutnya. Ada rasa syukur yang mengiringi. Terutama karena mereka mampu menerapkan strategi dengan baik di gim pembuka, fondasi penting untuk menghadapi tekanan di game berikutnya.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan positif mereka atas pasangan Denmark tersebut. Setelah sebelumnya menang di Thailand Masters 2026 pada Januari lalu. Sebuah sinyal bahwa konsistensi mulai terbangun.

Sebagai anak bangsa Indonesia patut bersyukur dan mengapresiasi, kemenangan dua game langsung ditunjukkan oleh ganda putri muda aset terbaik Indonesia saat ini.

“Semoga Tiwi -Fadia terus konsisten, hingga melaju terus ke fase laga selanjutnya dan jika perlu tembus laga pamungkas (final),” demikian disampaikan Jekcson anak muda pecinta badminton lovers tanah air pada media online nasional Interaksi Massa. Semangat Badminton Indonesia!**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *