INDONESIA – Pasangan ganda putra Indonesia Non Pelatnas Mohammad Reza Fahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama di ajang kompetisi Badminton Asia Championship (BAC) memasang target bidik medali.
Coach (pelatih) Sabar/Reza yaitu Hendra Setiawan mengatakan, anak didiknya Sabar/Reza sudah mempersiapkan diri secara matang dan siap menghadapi semua pemain elit top dunia mulai ranking 1 hingga 10 dunia.
Hendra sang pelatih pernah meraih medali emas Olimpiade Dunia di Beijing China 2008 saat berpasangan dengan Almarhum Markis Kido ini memasang target anak didiknya paling tidak tembus 4 (empat) besar atau semifinal.
“Dibilang target ya bukan target tapi sekadar motivasi saja agar Sabar dan juga Reza lebih bersemangat baik dalam latihan dan juga sparing bersama rekan-rekan di Pelatnas PBSI,” ujar Hendra sapaan akrab coach Sabar/Reza ganda putra terbaik Non Pelatnas Indonesia dilansir dari berbagai sumber informasi badminton lovers tanah air, Senin (6/4)2026).
BACA JUGA
Juara Badminton ASIA 10 Tahun Terakhir, INDONESIA dan JEPANG Sama Raih 2 Gelar JUARA
Kompetisi BAC 2026, Akankah PKW Bisa Kalahkan An Se-Young Atau Belajar Dari An Se-Young
Ditambahkan Hendra, paling tidak tembus 4 besar atau semifinal untuk pasangan Non Pelatnas Sabar/Reza.
“Paling tidak ya laga semifinal atau 4 besar lah, namun jika tembus laga final dan jika perlu tembus juara itu sudah luyaman tinggi capaian dan target dari tekad bulat Sabar dan Reza.
“Semoga Tuhan Yesus memberkati atas langkah dan upaya kerja keras dari ganda putra Non Pelatnas Indonesia kita Sabar/Reza ini, Amiin,” demikian disampaikan Hendra sapaan akrab coach Sabar/Reza dengan optimis dan motivasinya.
Analisa penulis juga tidak jauh beda dengan yang disampaikan coach Hendra Setiawan ini.
“Memang jika direview kembali dan membaca peta lawan di ajang BAC 2026 sungguh lumayan berat.
Mengingat persaingan elit pemain top dunia ranking 1 hingga 10 dunia itu telah merata ada.
Kekuatan mereka pun juga susah di prediksi atau susah ditebak.
Jelas, disamping skill dimiliki masing-masing pemain top dunia sektor ganda putra ini, seorang pemain juga mutlak mempersiapkan mental dan psikologis yang matang sehingga tekhnik, skill dan mental semuanya saling mensupport dan mengisi satu sama lain,” demikian analisa penulis dengan spekulasi positifnya.*












