BPS Lahat Matangkan Sensus Ekonomi 2026

audiensi jajaran BPS diruang kerja Wabup Lahat Widya Ningsih. Foto : BPS Lahat

Lahat | Mesin persiapan Sensus Ekonomi 2026 mulai dipanaskan. Jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat tancap gas membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lahat guna memastikan pelaksanaan sensus berjalan optimal.

Kepala BPS Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Pemkab Lahat telah menyatukan komitmen untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan fondasi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan.

“Sensus ekonomi bukan agenda seremonial. Kita butuh data yang akurat, komprehensif, dan mutakhir. Tanpa itu, kebijakan bisa meleset dari sasaran,” tegas Dedi, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi rujukan strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional. Informasi yang diperoleh akan memetakan kondisi riil sektor usaha, perkembangan ekonomi, serta potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dedi juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam aspek koordinasi lapangan, publikasi masif, serta mendorong partisipasi aktif para pelaku usaha. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen daerah sangat menentukan kualitas data yang akan dikumpulkan.

“Keterlibatan aktif perangkat daerah dan partisipasi pelaku usaha menjadi kunci. Semakin solid dukungan, semakin baik pula kualitas data yang dihasilkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan sensus. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dilepaskan dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemerintah Kabupaten Lahat siap mendukung penuh, mulai dari koordinasi perangkat daerah hingga publikasi dan partisipasi masyarakat,” ujar Widia.

Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran. Tanpa data yang valid, perencanaan berisiko tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Selain persiapan teknis sensus, penguatan Forum Satu Data Kabupaten Lahat juga menjadi bahasan strategis dalam pertemuan tersebut. Forum ini diproyeksikan sebagai simpul integrasi dan sinkronisasi data antarperangkat daerah, sehingga tidak lagi terjadi fragmentasi informasi.

Melalui Forum Satu Data, diharapkan seluruh data sektoral dapat terhubung dan dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan. Integrasi data dinilai penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dengan barisan yang semakin solid antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Lahat, daerah ini bersiap menyambut Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya sebagai agenda nasional, tetapi juga sebagai momentum memperkuat tata kelola data dan perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif tentang struktur dan karakteristik usaha di Kabupaten Lahat. Data tersebut nantinya menjadi pijakan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *