Bulog Sumsel Babel Serap 28.422 Ton Gabah Petani

Para buruh sedang memuat karung beras ke dalam truk. (*/Ilustrasi)

Palembang | Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) terus mengintensifkan penyerapan gabah dari petani di tengah masa panen yang masih berlangsung.

Hingga awal Februari 2026, Bulog Sumsel Babel mencatat total penyerapan gabah telah mencapai 28.422 ton.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Bulog dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.

Pimpinan Bulog Kanwil Sumsel Babel, Mersy Windrayani, menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk terus menyerap gabah petani selama musim panen berlangsung.

Penyerapan dilakukan dengan mengacu pada harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami berkomitmen untuk terus menyerap gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kg guna menjaga harga gabah di tingkat petani serta memperkuat cadangan beras pemerintah,” ungkap Mersy, Selasa (10/2/2026).

Dari total penyerapan tersebut, wilayah Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar.

Penyerapan gabah dari Kanwil Sumsel tercatat mencapai 25.813 ton.

Kabupaten Banyuasin menjadi daerah dengan kontribusi tertinggi, yakni 24.390 ton, disusul Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebesar 1.422 ton.

Jaga Stabilitas Pangan, Pemkab Empat Lawang Perkuat Kerja Sama dengan Bulog

Bulog Sumsel-Babel Salurkan 27.074 Ton Beras SPHP

Selain itu, penyerapan juga dilakukan di beberapa wilayah lainnya, seperti Kancab OKU sebanyak 1.358 ton, Kancab Lahat 62 ton, Kancab Lubuklinggau 815 ton, serta Kancab Bangka sebesar 372 ton.

Mersy menjelaskan, jika disetarakan dalam bentuk beras, total penyerapan 28.422 ton gabah tersebut setara dengan sekitar 15.171 ton beras.

Jumlah ini dinilai cukup signifikan dalam mendukung ketersediaan stok beras nasional, khususnya untuk wilayah Sumsel dan Babel.

Menurutnya, Bulog tidak membatasi kualitas gabah yang diserap, selama usia panen telah mencukupi dan sesuai standar di tingkat petani.

Penyerapan gabah dengan skema any quality ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi petani untuk menjual hasil panennya tanpa khawatir harga jatuh.

“Kami berharap dengan adanya kepastian harga beli Rp 6.500 per kilogram, petani dapat memperoleh kepastian pendapatan. Di sisi lain, langkah ini juga penting untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan stok beras nasional,” kata Mersy.

Bulog Sumsel Babel memastikan penyerapan gabah akan terus dilakukan secara optimal hingga masa panen berakhir, sebagai wujud dukungan nyata terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *