Lahat | Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, menunjukkan komitmennya dalam mendorong optimalisasi potensi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Hal tersebut ditunjukkan melalui dukungannya terhadap gerakan pemanfaatan pekarangan rumah yang tengah digerakkan oleh Kepala Desa Lesung Batu, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat.
Dukungan itu disampaikan Bupati Lahat saat melakukan kunjungan ke kawasan terpadu Kebun Buah Cuko Simpou di Desa Lesung Batu, Rabu (4/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bursah Zarnubi mengajak masyarakat di seluruh Kabupaten Lahat untuk mencontoh langkah yang dilakukan desa tersebut, dengan memulai dari hal sederhana, yakni memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
“Ini gerakan yang sangat bagus. Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan langkah sederhana, namun berdampak besar dalam menjaga ketersediaan pangan keluarga,” ujar Bursah Zarnubi.
Menurutnya, gerakan menanam di pekarangan rumah sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.
Bursah menjelaskan, pemanfaatan lahan pekarangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar.
Musda P3SI, Gus As’adi Santoso Terpilih Ketua Lahat 2026-2031
Dengan demikian, pengeluaran rumah tangga dapat ditekan, sementara kualitas gizi keluarga meningkat karena konsumsi pangan yang lebih sehat dan segar.
“Tidak harus punya lahan luas, pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur. Seperti cabai, kangkung, bayam, tomat dan lainnya. Bila perlu juga ditambah dengan kolam ikan, bisa menggunakan kolam terpal. Ini penting untuk ketahanan pangan keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Lahat memastikan pemerintah daerah siap memberikan dukungan terhadap upaya ketahanan pangan berbasis keluarga dan desa.
Dukungan tersebut dapat berupa pendampingan teknis, bantuan bibit tanaman, hingga penyediaan sarana pendukung pertanian skala rumah tangga.
Namun demikian, Bursah menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keseriusan masyarakat dalam mengelolanya.
“Kalau ini dilakukan bersama-sama, dampaknya akan besar. Desa bisa mandiri pangan, ekonomi rumah tangga meningkat, karena ketahanan pangan sudah benar-benar tumbuh dari tingkat keluarga,” ucapnya.
Ia berharap, gerakan yang dimulai dari Desa Lesung Batu ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Lahat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah, ketahanan pangan di tingkat lokal diyakini dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. **











