Religi  

Cara Mengetahui Musiim Yang Merugi

foto : ilustrasi

SAHABAT pembaca Interaksi Massa yang berbahagia. Selain mengetahui muslim yang beruntung, kita juga harus mengetahui muslim yang merugi. Agar dalam melaksanakan aktifitas di muka bumi ini tidak sia-sia.

Mau tahu cara mengetahui muslim yang merugi ? Dalam kehidupan kita sehari-hari pada lazimnya kita merasa rugi atau bangkrut hanya terhadap persoalan ekonomi semata. Yakni tidak mempunyai atau merosot kepemilikan harta benda baik itu tidak memiliki uang, kurangnya proyek pekerjaan, atau bisa jadi hilangnya harta benda lain yang sebelumnya kita miliki.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita, bahwa umat muslim yang merugi bukan pada persoalan ekonomi saja, melainkan pada perspektif agama.

Pada sebuah hadits Rasulullah menjelaskan terhadap umat muslim yang merugi dan bangkrut itu adalah mereka yang kelak datang pada hari kiamat dengan membawa berbagai amal kebaikan diantaranya sebagai berikut ;

  1. Shalat wajib lima waktu, bahkan juga ibadah sholat sunnah lainnya
  2. Puasa di bulan suci Ramadhan, serta puasa-puasa sunnah lainnya
  3. Zakat fitrah di bulan suci Ramadhan, juga bersedekah di bulan lainnya.

Namun, pada saat yang sama, mereka juga pernah melakukan kezaliman terhadap sesama manusia diantaranya sebagai berikut ;

  1. Mencaci maki orang lain
  2. Menuduh kesalahan orang tanpa ada bukti yang jelas
  3. Memfitnah orang lain tanpa adanya klarifikasi jawaban
  4. Memakan harta orang lain yang tidak dibenarkan dalam agama
  5. Menumpahkan darah,
  6. Menyakiti orang lain.

Nah akibat perbuatan tersebut, pahala dari amal-amal kebaikannya akan diberikan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya. Jika pahala kebaikannya telah habis sementara dosa-dosa akibat kezaliman belum terbayar, maka dosa orang-orang yang dizalimi akan dialihkan kepadanya. Setelah itu, orang tersebut akan dilemparkan ke dalam neraka. Na’udzubillah.

Pada kondisi itu, setiap umat Rasulullah SAW memang akan memperoleh pahala dari ibadah yang dilakukan semasa hidup, seperti shalat, puasa, dan zakat. Namun, pahala tersebut akan diperhitungkan dan dikonfrontasikan dengan dosa-dosa sosial yang timbul akibat perbuatan zalim terhadap orang lain.

Kezaliman itu dapat berupa ucapan, perbuatan, maupun tindakan yang merugikan orang lain tadi, baik secara fisik maupun non fisik, termasuk pencurian, korupsi, kekerasan, dan bentuk ketidakadilan lainnya.

Apabila dosa-dosa sosial tersebut lebih besar dibandingkan amal kebaikan yang dimiliki. Baik karena banyaknya pihak yang dizalimi maupun beratnya tingkat kezaliman. Maka dosa dari orang-orang yang dizalimi akan dibebankan kepadanya hingga mencapai titik keadilan.

Jika keadilan tersebut tidak tercapai, maka Allah SWT akan memasukkan orang tersebut ke dalam neraka. Inilah yang disebut sebagai orang bangkrut dalam agama, sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits tadi.

Dalam Alquran surat Al Asr ayat 1- 3-, Allah SWT mengajarkan kepada kita semua. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan. Serta saling nasehat menasehati kebenaran dan kesabaran”.

Dari ayat di atas, dapat di deskripsikan bahwa Allah SWT bersumpah atas nama waktu. Allah SWT menyatakan dengan jelas dan tegas, bahwa merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan waktu dengan melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat.

Kendati demikian, Allah SWT mengecualikan bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh serta saling mengingatkan kepada kebenaran dan kesabaran.

Maka, sebagai umat muslim kita diwajibkan untuk melakukan amal soleh serta saling mengingatkan kepada kebenaran dan kesabaran. Agar terhindar menjadi orang yang merugi yang bersifat mutlak yang disampaikan oleh Allah SWT tadi melalui Alquran.

Demikian, cara mengetahui muslim yang merugi. Bagaimana dengan para pembaca Interaksi Massa dan netizen ? apakah masih ada tips tambahannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *