BIRMINGHAM (INGGRIS)– Ajang kompetisi badminton Internasional super 1000 level kejuaraan All England di tahun 2026 ini masih didominasi oleh Tiongkok (China) dan Indonesia.
Hal ini terbukti, dari berbagai referensi yang berhasil dihimpun kontributor penulis berita badminton interaksimassa.com bahwa.
Dari sekian banyak atlit-atlit badminton dikirim dan lolos bertanding di ajang All England 2026 hingga laga quarter final (qf) ini sangat mendominasi adalah Negeri Tirai Bambu (China) yakni 9 (sembilan) wakil terbaiknya lolos ke babak quarter final ini.
Lalu, di peringkat ke-2 barulah atlit-atlit badminton Indonesia tercinta kita yang mampu meloloskan wakil terbaiknya hingga tembus 6 wakil merah putih berhasil melaju ke laga quarter final atau perempat final ini.
Kemudian, disusul oleh Negara Jepang sebanyak 5 wakil, Negara tetangga (Malaysia) 3 wakil, Korea 3 wakil, Thailand 3 wakil, Chinese Taipei (Taiwan) 3 wakil, Francis juga 3 wakil dan sisanya Denmark 2 wakil, Hongkong 1 wakil, India 1 wakil dan ditutup Kanada 1 wakil.
Itu artinya, Negeri Tirai Bambu (China) memang tidak diragukan lagi sang penguasa rajanya badminton dunia dari sejak dulu eranya Alan Budi Kusuma/Susi Susanti hingga era sekarang masih sangat mendominasi ajang kontestasi level kejuaraan super 1000 All England ini.
Merah putih (Indonesia) tercinta masih mutlak kita bersyukur karena masih mampu meloloskan wakil-wakil terbaiknya hingga tembus 6 (enam) wakil hingga ke laga quarter final atau perempat final di ajang All England 2026 ini.
Selanjutnya, untuk publik pecinta badminton lovers tanah air ketahui bahwa, teka teki perjuangan dan perjalanan dari sang atlit badminton diseluruh penjuru dunia khususnya kalangan yang termasuk daftar unggulan atau ranking teratas atau ranking terbaik 1-10 dunia banyak bertumbangan baru di fase awal laga babak penyisihan All England 2026 ini.
Salah satu diantaranya yaitu, Shi Yuqi merupakan tunggal putra terbaik dimiliki China merupakan ranking 1 dunia BWF dan juga merupakan unggulan teratas di ajang All England 2026 ini.
Namun siapa menyangka, itulah teka teki atau dinamika terjadi dilapa diluar ekspektasi.
Se kelas si Shi Yuqi merupakan unggulan pertama atau ranking 1 dunia sektor tunggal putra saat ini kalah, yang berhasil menumbangkan Shi Yuqi ini ialah atlit badminton tunggal putra terbaik India Lah Sak Shen ranking sangat terpaut jauh dari Shi Yuqi yakni ranking 13 dunia.
Itu artinya, konsistensi perjalanan atlit tidak bisa diprediksi.
BACA JUGA
Tumbangkan Rival Korea, PKW Sukses Melaju QF All England 2026
Dilapangan apapun bisa terjadi, tinggal siapa lagi yang jauh lebih siap baik siap secara mental, psikologis dan strategi dalam menghadapi lawan.
Contoh ke-2 sektor tunggal putra lainnya dari Indonesia Jonathan Christie biasa disapa akrab Jojo.
Jojo saat perhelatan kompetisi ajang All England tahun 2024 (2 tahun silam) mampu menaiki podium tertinggi dengan berhasil mempersembahkan gelar juara perdananya di ajang All England ini.
Dikala itu Indonesia mampu mewujudkan ‘All Indonesian Final (berjumpa sesama anak bangsa Indonesia di laga final All England tahun 2024 Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting) berhasil dimenangkan oleh Jonathan Christie alias Jojo.
Contoh selanjutnya yakni sektor tunggal putri dari Negeri Tiongkok (China) unggulan ke-3 (ranking 3 dunia) bernama Han Yue.
Secara mengejutkan baru di fase awal babak penyisihan juga tumbang oleh pemain Non Unggulan dari Negeri Gajah Putih (Thailand).
Kemudian, sektor ganda putra Indonesia Mohammad Reza Fahlevi Isfahani berpartner dengan Sabar Karyaman Gutama juga baru di fase awal laga babak penyisihan All England ini juga tumbang oleh pemain Non Unggulan rankingnya terpaut jauh dari mereka.
Sabar/Reza sapaan akrab ganda putra Non Pelatnas ini secara mengejutkan tumbang oleh ganda putra Francis merupakan saudara kembar ‘Cristo Popov dan Toma Junior Popov’.
Hemat penulis, ranking atau apapun itu namanya tidak menjamin konsistensi dari sebuah perjalanan panjang yang akan dihadapi masing-masing pemain ketika dilapangan.
Hal ini terbukti, banyak pemain-pemain hebat ranking teratas (ranking 1-10 dunia) dan juga merupakan unggulan teratas di ajang kompetisi badminton Internasional super 1000 All England 2026 banyak bertumbangan di awal laga.
Ketika dilapangan apapun bisa terjadi, bahkan pemain Non Unggulan pun juga mampu menunjukkan eksistensi dan konsistensinya dengan berhasil mengalahkan unggulan teratas rankingnya jauh dari lawan dihadapinya.
Semoga harapan penulis dan semua pecinta badminton lovers tanah air diseluruh penjuru daerah berharap.
Bahwa atlit-atlit badminton Indonesia yang tersisa hingga ke laga quarter final atau perempat final di ajang bergengsi All England 2026 ini banyak berhasil melaju hingga ke laga selanjutnya (Semifinal dan juga Final),,,Amiin.
Bravo badminton Indonesia
Bravo atlit badminton Indonesia
All England 2026, Ayo bangkit dan berprestasi kembali.**












