Danrem 044 Tegas! Prajurit TNI Dilarang Main-Main dengan Narkoba dan Judi Online

Foto ist

LUBUKLINGGAU – Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo, Khabib Mahfud, menegaskan komitmen tegas terhadap disiplin prajurit dengan memperingatkan seluruh anggota TNI agar tidak bermain-main dengan narkoba maupun judi online.

Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Kodim 0406 Lubuklinggau, Senin (6/4/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar agenda rutin, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat moral, disiplin, dan integritas prajurit di wilayah Lubuklinggau.

Dalam suasana penuh keakraban, Danrem melakukan silaturahmi sekaligus tatap muka langsung bersama prajurit dan Ibu Persit.

Dalam arahannya, Brigjen TNI Khabib Mahfud menekankan bahwa ancaman terbesar bagi institusi bukan hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri prajurit itu sendiri.

Ia secara khusus menyoroti maraknya praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat merusak sendi-sendi kehidupan prajurit.

“Tidak ada toleransi bagi prajurit yang terlibat narkoba maupun judi online. Ini bukan hanya pelanggaran, tetapi juga ancaman serius bagi karier, keluarga, dan masa depan,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.

Menurutnya, prajurit TNI harus menjadi contoh bagi masyarakat, bukan justru terjerumus dalam perilaku yang merusak.

Ia mengingatkan bahwa sekali terlibat, dampaknya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga mencoreng nama baik satuan dan institusi TNI secara keseluruhan.

Selain menyoroti disiplin, Danrem juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas negara.

Ia menyebut bahwa kekuatan seorang prajurit tidak hanya terletak pada fisik dan kemampuan tempur, tetapi juga pada ketenangan dan stabilitas kehidupan keluarga.

“Prajurit yang memiliki keluarga harmonis akan lebih fokus, lebih tenang, dan lebih profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara suami dan istri, serta peran aktif keluarga dalam menjaga moral dan perilaku prajurit.

Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran, termasuk narkoba dan judi online.

Lebih lanjut, Danrem menyoroti peran prajurit sebagai orang tua dalam membentuk generasi penerus bangsa.

BACA JUGA

Kodim 0406 Lubuklinggau Bangun 3 Jembatan Sekaligus

Polisi Humanis di Lubuklinggau: Kinerja Polres Jadi Teladan Lewat Aksi Nyata Peduli Pengemudi Ojol

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, disiplin, dan berintegritas.

“Didik anak-anak kita dengan baik. Mereka adalah masa depan bangsa. Jangan sampai kita lalai sebagai orang tua,” pesannya.

Usai kegiatan di Kodim 0406 Lubuklinggau, Danrem melanjutkan kunjungan kerja ke Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Di lokasi tersebut, ia melakukan pengecekan terhadap Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) sebagai bagian dari persiapan pembangunan home base satuan.

Pengecekan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kesiapan satuan di wilayah, sekaligus memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana.

Danrem menegaskan bahwa pembangunan satuan harus diiringi dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, ia juga meninjau progres pembangunan KD KMP di wilayah Kodim 0406 Lubuklinggau.

Ia memberikan apresiasi atas capaian yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu relatif singkat.

“Progresnya sangat signifikan. Ini menunjukkan dedikasi dan inovasi yang luar biasa dari jajaran Kodim,” ungkapnya.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Di akhir arahannya, Danrem kembali mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks.

Oleh karena itu, prajurit TNI dituntut tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga bersih dari pelanggaran dan memiliki integritas tinggi.

“Jangan pernah coba-coba dengan narkoba dan judi online. Sekali terlibat, konsekuensinya sangat berat. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga nama baik satuan,” pungkasnya.

Penegasan ini menjadi pesan kuat bahwa TNI tidak memberi ruang bagi pelanggaran, sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga profesionalisme dan kehormatan prajurit di seluruh wilayah Indonesia.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *