Palembang, InteraksiMassa.COM – Nasib malang menimpa Kgs Rusli (30), seorang warga Jalan Mujahidin, Lorong Khutid II, Kelurahan Bukit Kecil, Kecamatan Talang Semut, Palembang.
Ia menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok temannya sendiri pada Senin (22/4/2024) dini hari.
Peristiwa ini bermula ketika Rusli sedang beristirahat di rumah kontrakannya di Lorong Asem, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, sekitar pukul 02.00 WIB.
Tiba-tiba, segerombolan orang datang dan tanpa basa-basi menuduhnya sebagai cepu atau informan polisi.
“Mereka datang-datang menuduh saya cepu. Karena tidak terima, saya coba jelaskan dan membela diri,” ungkap Rusli saat ditemui di Polrestabes Palembang, Selasa (23/4/2024).
Namun, penjelasan Rusli tak digubris. Para pelaku yang sudah membawa kayu langsung melayangkan pukulan ke arahnya.
Tak hanya itu, beberapa orang di antara mereka juga melempari Rusli dengan batu.
“Saya langsung dikeroyok. Beruntung ada warga sekitar yang keluar rumah dan melihat keributan. Mereka langsung melerai dan para pelaku melarikan diri,” imbuhnya.
Akibat pengeroyokan tersebut, Rusli mengalami luka memar dan lecet di bagian pergelangan tangan kanan dan kaki kanan.
Tak terima menjadi korban penganiayaan, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Sentral Pelayanan Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Dalam laporannya, Rusli menyebut nama Abot dan Boy sebagai dua dari pelaku pengeroyokan.
Ia juga menyebutkan enam orang lainnya yang turut terlibat dalam aksi brutal tersebut.
“Saya harap polisi bisa segera menangkap para pelaku dan mereka dihukum sesuai dengan perbuatannya,” tegas Rusli. (*/red)










