Fatoni Berikan 10 Arahan Jelang Idul Adha dan Libur Sekolah

Foto bersama di sela-sela Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi (TPID) Provinsi Sumsel Bersama Bupati/Walikota Se-Sumsel, Rabu (12/6/2024). Foto: dok/Pemprov Sumsel

Palembang, InteraksiMassa.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha dan libur sekolah, Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi (TPID) Provinsi Sumsel Bersama Bupati/Walikota Se-Sumsel, Rabu (12/6/2024).

Pertemuan ini bertujuan untuk menjaga agar inflasi di Sumsel tetap terkendali dan terjaga.

Pada kesempatan itu, Fatoni menyampaikan kabar gembira bahwa inflasi di Sumsel mengalami penurunan.

“Tingkat Inflasi Sumatera Selatan mengalami Inflasi bulan Mei 2024 sebesar 0,06% (mtm) menurun dibandingkan pada bulan sebelumnya yaitu bulan April 2024 mengalami inflasi sebesar 0,43%, dan dengan inflasi tahunan menurun 2,98% secara year on year (yoy) dari inflasi bulan sebelumnya 3,12% (yoy),” ungkapnya.

BACA JUGA: RSUD Empat Lawang Raih Nilai Baik

Pertumbuhan Ekonomi Mengalami Peningkatan

Lebih lanjut, Fatoni juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel pada Triwulan I-2024 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,06% (yoy), meskipun masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11% (yoy).

Untuk menjaga inflasi di Sumsel, Fatoni memberikan 10 arahan yang harus dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah di Sumsel.

Berikut beberapa poin pentingnya:

  1. Melakukan antisipasi ketidakpastian cuaca.
  2. Mendorong optimalisasi lahan pekarangan, sejalan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan.
  3. Mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara end to end.
  4. Membentuk dan mengoptimalkan BUMD Pangan/lembaga sejenis untuk melakukan KAD.
  5. Menyusun dan mengoptimalkan neraca pangan untuk mendukung KAD.
  6. Mendorong optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD).
  7. Terus melaksanakan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumsel, termasuk rutin melaksanakan pasar murah.
  8. Melakukan optimalisasi dan replikasi Toko Penyeimbang, termasuk di pasar-pasar.
  9. Memberikan dukungan fiskal, baik pusat maupun daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan.
  10. Melakukan kajian sebelum menaikkan harga.

BACA JUGA: Agus Fatoni Gelar Safari Jumat di Masjid Al-Ittihad Wayhitam

Komoditas Penyumbang Inflasi dan Upaya Pengendaliannya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Ricky P Gozali selaku Wakil Ketua TPID Sumsel, mengungkapkan bahwa komoditas utama penyumbang inflasi di Sumatera Selatan ialah Cabai Merah, Emas Perhiasan, Bawang Merah, dan Gula Pasir.

Gozali juga memberikan rekomendasi upaya dalam pengendalian inflasi melalui 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *