Palembang| Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Pelantikan Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan masa khidmat 2025–2030.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dan berlangsung di Griya Agung Palembang, Jumat (30/1/2026).
Kehadiran Gubernur Herman Deru menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap peran strategis organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama, dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kontribusi Lakpesdam PWNU yang selama ini aktif melakukan kajian dan pengembangan kualitas sumber daya manusia di Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, Lakpesdam memiliki posisi penting sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah.
Melalui kajian akademik dan rekomendasi kebijakan yang objektif, Lakpesdam diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Lakpesdam diharapkan terus berkontribusi melalui kajian-kajian yang objektif dan solutif, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun Sumatera Selatan yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Wabup Arifa’i Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80 di Empat Lawang
Gubernur juga menyoroti pentingnya Seminar Nasional Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang digelar bersamaan dengan pelantikan tersebut.
Ia menilai seminar ini menjadi ruang strategis untuk dialog dan pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat disebut sebagai salah satu proyek strategis daerah yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Selatan.
“Pelabuhan Tanjung Carat memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan. Jika dikelola dengan baik, kehadirannya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Herman Deru.
Pelantikan Pengurus Lakpesdam PWNU Sumsel dilakukan oleh Rois Syuriah PWNU Sumsel KH. Syarifuddin Ya’qub.
Dalam pelantikan tersebut, Hernoe Roespridjiadji resmi ditetapkan sebagai Ketua Lakpesdam PWNU Sumsel masa khidmat 2025–2030.
Diharapkan, kepengurusan baru ini mampu membawa Lakpesdam semakin aktif dan adaptif terhadap dinamika pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel H. Hendra Zainuddin Al Qodiri menegaskan pentingnya sinergi antara Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Ia menyatakan NU siap mendukung berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
“Semoga kehadirannya menjadi gerbang masuk arus ekonomi yang semakin kuat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujarnya. **












