Jakarta – Struktur pelatih ganda putra Indonesia akhirnya mengalami perubahan.
Diubahnya struktur organisasi kepelatihan badminton Indonesia khusus sektor ganda putra menurut Kabid Bina Prestasi (Binpres) PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Eng Hian bahwa, perubahan pelatih selain menyesuaikan kebutuhan.
Selain itu juga merupakan hasil diskusi dirinya dengan Waketum PBSI Taufik Hidayat juga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (WAMENPORA) Republik Indonesia.
Naiknya dua pemain ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin ke level utama membuat PBSI memutuskan membuat program berkelanjutan bagi keduanya.
Salah satunya dengan menukar komposisi kepala pelatih ganda putra pratama Chafidz Yusuf dengan Thomas Indratjaja, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih ganda putra utama.
Berdasarkan informasi berhasil dihimpun penulis dari berbagai referensi bahwa, PBSI juga melakukan perombakan susunan pelatih khususnya di sektor ganda putra.
Selain karena kebutuhan, perubahan ini bertujuan menyegarkan komposisi kepelatihan.
Dalam struktur kepelatihan PBSI yang baru, Chafidz Yusuf akan bertugas sebagai asisten pelatih di sektor ganda putra utama untuk mendampingi Antonius Budi Ariantho.
Sementara Thomas Indratjaja dipercaya sebagai asisten pelatih sektor ganda putra pratama mendampingi Andrei Adistia.
“Kami melihat juga tidak ada salahnya dan bagus dengan harapan bisa prestasi. Prestasinya bisa terus meningkat ya, terutama kan kita juga paham semua ganda putra adalah salah satu sektor andalan kita ya untuk saat ini,” kata Eng Hian sebagaimana dilansir dari detiksport.
Jadi dengan melakukan rotasi ini kami berharap sektor ganda putra juga terus meningkat, tujuannya sih itu. Tidak ada pemikiran si ini kurang bagus, tapi kami menyesuaikan dengan kebutuhannya.
“Ya kalau tidak bagus tentunya kan artinya akan ada degradasi, tapi kan kita melihat kebutuhan,”imbuhnya.
“Di pelatih fisik pun juga ada yang kita tetapkan, ada yang kita rotasi, kami melihat dengan bagaimana sesuai dengan kebutuhan,” demikian penjelasan Eng Hian Kabid Binpres PBSI juga Alumni atlit badminton ternama di era kejayaannya tahun 1990 s/d 2000-an ini.
Hemat penulis, dengan adanya rotasi atau penyegaran ditubuh struktur organisasi kepelatihan badminton Indonesia sektor ganda putra ini.
Tentunya bisa menjadi spirit dan motivasi utama agar ada suatu terobosan gemilang yang mampu membangkitkan semangat prestasi anak bangsa Indonesia kita khususnya sektor badminton ganda putra ini.
Untuk diketahui publik, sebelumnya kepala pelatih ganda putra Indonesia ini dijabat oleh sang pelatih senior Herry Iman Perngadi biasa disapa akrab Herry IP merupakan mantan pelatih senior sektor ganda putra ternama dalam membina atlit badminton Indonesia.
Sektor ganda putra seperti Markus Fenaldi Gidieon/Kevin Sanjaya Sukamulyo sukses meraih puncak prestasi tertinggi ‘All England.
Medali Emas Asian Games (pesta olahraga badminton antar Negara level se-Asia) dan kejuaraan-kejuaraan super series lainnya dalam kalender BWF baik level super 1000, super 750 hingga level papan tengah super 500.
Namun sangat disayangkan, kini sang pelatih senior bernama Herry IP aset emas bangsa Indonesia ini harus merelakan kepergiannya.
Diberi amanah oleh BAM (Badan Asosiasi Badminton Malaysia) sebagai pelatih di Negeri Jiran (Malaysia) sejak terhitung tahun 2025 kemarin sampai sekarang.
Oleh karena beliau (sosok Herry IP) ini telah resmi menjadi pelatih dan di kontrak resmi oleh BAM Malaysia maka mau tidak mau, suka tidak suka, ikhlas tidak ikhlas kita sebagai anak bangsa Indonesia harus merelakan kepergiannya untuk membina dan juga melatih anak-anak atlit badminton Negeri tetangga (Malaysia) tersebut.
Harapan penulis dan semua pecinta badminton lovers tanah air Indonesia, semoga ditangan pelatih yang baru saat ini, mampu membangkitkan spirit semangat prestasi anak bangsa Indonesia kita khususnya di sektor ganda putra badminton Indonesia.
Adapun struktur pelatih ganda putra Indonesia saat ini, meliputi;
Kepala Pelatih Utama Antonius Budi Ariantho Asisten Pelatih Utama Chafidz Yusuf. Lalu, Kepala Pelatih Pratama Andrei Adistia dan Asisten Pelatih Pratamanya Thomas Indratjaja.
Mudah-mudahan ditangan ke-4 pelatih baru sektor ganda putra Indonesia saat ini bisa lebih extra dalam memberikan pembinaan yang maksimal baik kedisiplinan, latihan keras dan tajam serta pembinaan fisik yang lebih mendalam kembali serta mental psikologis atlit badminton juga mutlak diupayakan maksimal.
Bravo badminton Indonesia Jaya dan sukses selalu atlit badminton Indonesia.
Khusus sektor ganda putra sebagai regenerasinya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ini.**












