Hore, THR ASN 2026 Bakal Cair

Siapkan Anggaran Rp 55 Trilyun

foto ilustrasi

JAKARTA – Kabar gembira menarik perhatian jutaan pegawai negeri, PPPK, TNI, dan Polri. Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026 bakal cair.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sebesar Rp 55 Trilyun. Serta memberi sinyal kuat bahwa pencairan THR ASN tahun 2026 berpeluang dilakukan pada fase awal Ramadan.

Dilansir dari situs Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dana sekitar Rp55 triliun dialokasikan untuk pembayaran THR PNS 2026, termasuk bagi aparatur negara lainnya.

Pernyataan ini disampaikan seusai forum ekonomi nasional dan menjadi sinyal awal bahwa proses pencairan kemungkinan dipercepat.

“Di awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas,” ujar Purbaya, menandakan skenario pencairan THR cair awal Ramadan sedang diupayakan pemerintah.

Meski begitu, tanggal resmi tetap menunggu regulasi lanjutan berupa Peraturan Pemerintah (PP).

BACA JUGA

Gebrakan Kemenag! 49 Kampus Islam Dilibatkan, Program Kampung Zakat dan Kota Wakaf Siap Ubah Ekonomi Umat

Jadi, Awal Ramadan 1447 H Itu 18 atau 19 Februari 2026 ?

Jika mengacu praktik sebelumnya, THR ASN biasanya cair sekitar 10–14 hari sebelum Lebaran.

Namun dengan arah kebijakan terbaru, peluang kapan THR cair 2026 bisa bergeser lebih awal untuk memberi dampak ekonomi yang lebih cepat pada konsumsi rumah tangga selama bulan puasa.

Secara kalender hijriah, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh sekitar 21 Maret 2026, meski kepastian tanggal masih menunggu sidang isbat pemerintah.

Jika mengikuti pola lama, pencairan diprediksi sekitar 11–15 Maret 2026. Namun dengan sinyal terbaru, THR berpotensi turun lebih dini sejak awal Ramadan — sebuah langkah yang dinilai strategis dari sisi fiskal.

Pemerintah menempatkan THR ASN 2026 bukan hanya sebagai kebijakan kesejahteraan aparatur, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun depan.

Selain alokasi Rp55 triliun untuk THR, total belanja negara awal 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp809 triliun.

Belanja tersebut mencakup berbagai program prioritas seperti percepatan program Makan Bergizi Gratis, rehabilitasi pascabencana, serta sejumlah stimulus ekonomi tambahan.

Strategi ini diarahkan agar daya beli masyarakat meningkat lebih awal sehingga momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Menteri Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa terdorong dari asumsi APBN sebesar 5,4 persen menuju kisaran 6 persen.

Dengan percepatan belanja negara, pemerintah berharap aktivitas ekonomi sejak awal tahun dapat langsung bergerak positif.

Perkiraan Komponen THR PNS 2026
Sambil menunggu kepastian resmi kapan THR cair 2026, komponen yang diterima ASN diperkirakan masih mengacu pada kebijakan dua tahun terakhir, yaitu ; Gaji pokok, Tunjangan keluarga, Tunjangan pangan, Tunjangan jabatan atau tunjangan umum, Tunjangan kinerja (tukin)

Pada tahun sebelumnya, pemerintah membayarkan THR secara penuh termasuk 100 persen tukin untuk ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim.

ASN daerah mengikuti skema serupa sesuai kemampuan fiskal masing-masing daerah.

Sementara guru dan dosen tanpa tukin menerima tunjangan profesi satu bulan gaji, dan CPNS mendapat sekitar 80 persen dari gaji pokok.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *