Jalintim Ditutup Sementara, Arus Mudik Dialihkan Lewat Lubuklinggau

Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho

Palembang | Lonjakan arus kendaraan pada jalur utama mudik di Sumatera membuat aparat kepolisian mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Jalur Lintas Timur (Jalintim). Penutupan dilakukan karena kepadatan kendaraan dari arah Jambi menuju Palembang semakin meningkat sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara Polda Jambi dan Polda Sumatera Selatan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama masa arus mudik Lebaran.

Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menjelaskan bahwa pengalihan arus dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus meningkat di Jalintim.

Menurutnya, para pemudik dari wilayah Sumatera bagian utara yang hendak menuju Palembang maupun melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa akan diarahkan melalui jalur alternatif.

“Pengalihan ini dilakukan agar kemacetan tidak semakin panjang di Jalintim. Pemudik kami arahkan melewati jalur alternatif melalui Lubuklinggau. Kami berharap masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujar Sandi, Selasa (17/3).

Dalam skema pengalihan yang disiapkan kepolisian, kendaraan dari wilayah Sumatera bagian utara seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau akan diarahkan melalui rute alternatif:

Jambi – Sarolangun – Lubuklinggau – wilayah Sumatera Selatan.

Bagi pemudik yang ingin mempercepat perjalanan menuju Palembang, rute yang disarankan adalah:

Jambi – Sarolangun – Lubuklinggau – Musi RawasLahatPrabumulih – Palembang.

Dari Prabumulih, pemudik juga dapat memanfaatkan jalan tol menuju Palembang agar perjalanan lebih cepat dan nyaman.

Sementara itu, bagi pengendara yang tidak menggunakan jalan tol, rute alternatif yang dapat ditempuh yakni:

Jambi – Sarolangun – Lubuklinggau – Musi Rawas – SekayuBetung – Palembang.

Untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali selama pengalihan berlangsung, kepolisian telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis, terutama di wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas hingga Betung yang menjadi jalur utama arus mudik alternatif.

Petugas juga ditempatkan di berbagai persimpangan penting untuk memberikan petunjuk arah kepada para pengendara agar tidak salah jalur maupun terjebak kepadatan kendaraan.

Selain itu, kendaraan berat seperti truk dengan tiga sumbu atau lebih diminta mematuhi aturan pembatasan operasional selama arus mudik berlangsung. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya mengingatkan para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan tidak memaksakan diri berkendara saat kondisi tubuh sudah lelah.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan.

“Keselamatan adalah yang utama. Jika lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Selain itu, pemudik juga disarankan terus memantau informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas melalui kanal resmi agar dapat menghindari kepadatan di jalur mudik,” ujarnya.

Langkah pengalihan arus ini diharapkan mampu menjaga kelancaran perjalanan ribuan pemudik yang melintasi Sumatera menuju berbagai daerah tujuan, sekaligus memastikan perjalanan pulang kampung berlangsung aman dan nyaman selama musim mudik Lebaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *