Empat Lawang| Setelah beberapa hari dilakukan pencarian tanpa henti, korban tenggelam di Sungai Musi yang diketahui bernama Madon akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Madon dikenal warga sebagai pemain angklung keliling yang kerap berpindah dari kampung ke kampung untuk mencari nafkah.
Penemuan jasad korban menutup upaya pencarian panjang yang melibatkan tim gabungan dan masyarakat setempat.
Jasad Madon ditemukan pada Senin (26/01) sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Desa Baturaja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
Lokasi penemuan berada di aliran Sungai Musi yang dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Penemuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar.
Jasad korban pertama kali terlihat oleh seorang warga yang hendak berangkat ke kebun.
Saat melintas di sekitar sungai, saksi melihat sesosok tubuh mengapung dan mencurigakan di permukaan air.
Menyadari hal itu, saksi tidak berlama-lama dan segera melaporkan temuannya kepada pihak berwenang.
Mendapat laporan dari warga, tim gabungan yang terdiri dari BPBD dan Basarnas Kabupaten Empat Lawang langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas memastikan identitas korban dan segera melakukan proses evakuasi.
Bocah Korban Tenggelam di Sungai Ogan, Berhasil Ditemukan
Mandi di Sungai Musi, Pemain Angklung Tenggelam Terseret Arus Sungai
Meski medan cukup sulit akibat derasnya arus sungai dan kondisi tepi sungai yang licin, proses evakuasi berjalan dengan lancar.
“Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUD Empat Lawang untuk proses lebih lanjut,” ujar Fero Ananta, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Empat Lawang.
Sebelumnya, Madon dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di sekitar Sungai Musi.
Sejak laporan diterima, tim gabungan BPBD, Basarnas, serta warga setempat melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu dan peralatan khusus.
Pencarian dilakukan dari titik awal korban diduga tenggelam hingga beberapa kilometer ke hilir sungai.
Upaya keras tim pencari akhirnya membuahkan hasil, meski harus berakhir dengan kabar duka.
Kepergian Madon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan pekerja keras.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim cuaca tak menentu, demi mencegah terulangnya kejadian serupa. **











