DALAM tulisan ini, penulis bukan bermaksud untuk menerangkan bahwa para netizen dan pembaca telah mengabaikan keistimewaan bulan Sya’ban.
Justru penulis mengingatkan diri penulis sendiri, bahwa begitu banyak keistimewaan yang disajikan oleh Allah SWT di bulan Sya’ban ini yang telah terabaikan oleh penulis. Sehingga dengan adanya tulisan ini menjadi indikator evaluasi bagi penulis sendiri dalam rangka melaksanakan aktifitas di muka bumi ini.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa bulan Sya’ban di tahun 2026 ini dimulai pada tanggal 20 Januari 2026. Nah penanggalan Islam malam 1 Sya’ban dimulai sejak Senin 19 Januari 2026 saat matahari terbenam. Artinya sudah berjalan hingga kini 4 hari.
Sementara di bulan Sya’ban itu yang diketahui penulis ada beberapa hal keistimewaan diantaranya amalan manusia diangkat ke Allah SWT. Nah kebiasaan yang dilakukan Rasulullah SAW di bulan Sya’ban ini adalah dengan cara berpuasa sunnah.
Karena Rasulullah suka ketika amal perbuatannya diangkat ke Allah SWT sedang dalam keadaan berpuasa. Sedangkan penulis sendiri, belum mendapatkan / melaksanakan amalan puasa sunnah sebagaimana yang lazimnya dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Maka sudah tentu mengingatkan diri penulis sendiri untuk menghadapi di hari-hari selanjutnya, setidaknya puasa sunnah Senin – Kamis.
Selanjutnya, di bulan Sya’ban ini turunnya ayat Alquran Surat Al Ahzab 56 tentang perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”.
Dari ayat tersebut sudah sangat jelas, bahwa betapa istimewa dan mulianya Rasulullah SAW. Pasalnya Allah SWT beserta para malaikatNya pun sudah bershalawat kepada baginda Rasulullah SAW sebelum umat (kita) diperintahkan untuk bershalawat.
Sedangkan ibadah yang lain, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji itu tidak dilakukan oleh Allah SWT.
Disebutkan hadist dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah SWT akan bershalawat untuknya sepuluh kali”.
Meskipun ada dibeberapa referensi menyebut bahwa diturunkannya ayat tentang shawalat bukan di bulan Sya’ban. Ada yang disebut pada malam Isra Miraj, ada juga yang menyebut di bulan Syawal.
Namun penulis, hanya mengarahkan sesuai dengan amanat Al Ahzab 56 tadi, agar kita semua khususnya penulis untuk senantiasa gemar bershalawat untuk Rasulullah SAW yang insyaallah akan memberikan kita syafaat di akhirat kelak.
Dan bukan hanya dilafazkan saat dalam sholat semata. Melainkan di setiap kesempatan apapun dalam sehari-hari. Sehingga pertanyaannya, sudah bersholawat kah kita hari ini ? sudah berapa banyakkah kita bersholawat pada bulan Sya’ban ini?
Kemudian pada malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban) yang diperkirakan pada tahun 2026 ini jatuh pada tanggal 3 Februari 2026.
Hanya saja bagi penulis, yang perlu diingat bahwa dalam penanggalan Islam, hari baru dimulai saat matahari terbenam.
Sehingga waktu Nisfu Sya’ban sebenarnya sudah dimulai sejak Senin 2 Februari 2026 setelah Adzan Maghrib. Allah SWT membuka pintu Rahmat dan Ampunan bagi siapapun yang memohon ampunan, kecuali yang menyekutukan Allah SWT.
Di beberapa riwayat bahwa di Nisfu Sya’ban inilah Allah SWT melihat catatan amalan hamba-hambanya. Sebagaimana yang hadist Rasulullah, “Allah SWT melihat catatan amalan hambaNya pada pertengahan bulan Sya’ban. Maka Allah SWT akan mengampuni semua makhluknya kecuali yang melakukan musyrik dan orang yang bermusuhan”. (HR At Thabrani).
Riwayat lain juga disampaikan oleh Aisyah ra istri Rasulullah SAW. Pada suatu malam ia kehilangan Rasulullah SAW, lalu ia mencari keluar. Saat itu Rasulullah SAW sedang mengangkat kepala ke langit.
Lalu Rasulullah SAW berkata; Wahai Aisyah, apakah engkau takut bahwa Allah SWT dan RasulNya menelantarkan engkau.
Aisyah berkata; aku menyangka bahwa engkau mendatangi sebagian istri-stri engkau. Kemudian Rasulullah SAW berkata; Sesungguhnya Allah SWT turun pada malam Nisfu Sya’ban ke langit dunia.
Lalu mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu kambing milik kabilah Bani Kalb (salah satu kabilah yang memiliki banyak kambing. (HR Ibnu Majah)
Hemat penulis, bahwa Rasulullah SAW mengisi malam pertengahan bulan Sya’ban dengan banyak ibadah dan memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Karena pada malam itu, ampunan Allah SWT diturunkan kepada hambaNya sebagai bentuk Rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
Maka menuju ke 3 Februari 2026 Nisfu Sya’ban, tak berlebihan untuk mengingati diri sendiri dan bila berkenan juga para netizen serta pembaca agar tidak melewati momen baik ini.
Dan pada akhirnya penulis beserta para netizen dan pembaca terutama dari kalangan umat Islam, mumpung masih sekitar 3 minggu lagi bulan Sya’ban ini, untuk sama-sama memaksimalkan keistimewaan juga keutamaan bulan Sya’ban. Dengan semata-mata beribadah kepada Allah SWT.
Jangan sampai dunia yang penuh fatamorgana ini menyibukkan dan melalaikan kita semua. Sebagaimana yang diingatkan Allah SWT dalam Alquran penggalan surat Al Hadid ayat 20 “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.
Kita isi bulan Sya’ban ini dengan penuh semangat amalan puasa yang disunnahkan, serta memperbanyak shalawat kepada baginda Rasulullah SAW.
Namun bukan berarti melalaikan persoalan yang wajib. Serta pada akhirnya menyambut bulan Suci Ramadhan 1447 H/ 2026 M dengan penuh semangat dan diridhoi Allah SWT. Aamiin ya robbal alamiin. (*)
Penulis adalah alumni Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang angkatan 2018 Prodi Studi Islam Konsentrasi Islam dan Komunikasi Massa






Tulisan yang bermanfaat
Terima kasih. Beri kami saran yang konstruktif untuk edisi selanjutnya
Smga kita bertemu d bulan ramadhan 1447 H.. Aamiin
Aamiin pak ghofur