Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) resmi meluncurkan program “The Most KUA”, sebuah gerakan transformasi nasional yang menghadirkan wajah baru layanan Kantor Urusan Agama (KUA).
Dilansir situs resmi kementerian agama RI, Program ini menandai perubahan besar peran KUA, dari yang sebelumnya identik dengan hanya sebatas layanan administratif pernikahan, menjadi sebuah pusat edukasi, konsultasi, dan penguatan keluarga Indonesia di tengah masyarakat.
Peluncuran program ini menjadi sebuah langkah strategis Kementerian Agama untuk memastikan layanan keagamaan lebih relevan dengan kebutuhan sosial masyarakat seluruh Indonesia. KUA kini diarahkan hadir secara aktif, tidak hanya melayani di kantor, tetapi juga wajib turun langsung mendampingi masyarakat melalui pendekatan yang lebih proaktif dan partisipatif.
Menteri Agama RI H Nasaruddin Umar melalui Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa KUA harus tampil sebagai simpul layanan keagamaan yang responsif terhadap dinamika keluarga Indonesia saat ini.
“Layanan KUA tidak lagi hanya menunggu di kantor. Melalui gerakan ini, KUA bergerak menjangkau masyarakat melalui edukasi pranikah, konsultasi keluarga, literasi pencatatan nikah, hingga pendampingan keluarga agar mampu membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Mengapa The Most KUA Jadi Perhatian Nasional?
Program The Most KUA hadir dengan konsep sakinah maslahat, yaitu sebuah pendekatan pembangunan keluarga yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama peradaban. Keluarga yang sehat secara spiritual, emosional, dan sosial akan diyakini mampu melahirkan generasi yang berakhlak, produktif, serta tangguh dalam menghadapi perubahan zaman yang kian maju akan teknologi nya.
Pendekatan ini dinilai sangat relevan dengan tantangan sosial masa kini, ketika kebutuhan pendampingan keluarga yang semakin tinggi. KUA diharapkan hadir menjadi ruang konsultasi sekaligus pusat literasi keluarga yang mudah diakses oleh masyarakat seluruh Indonesia sesuai dengan tugas wilayahnya masing-masing.
BACA JUGA
KUA Tidak Lagi Sekadar Urusan Administrasi Nikah
Transformasi yang dibawa melalui The Most KUA menjadikan layanan KUA lebih luas dan solutif. Selain layanan administrasi, KUA kini diarahkan untuk:
-Menghadirkan edukasi pranikah berbasis nilai keagamaan
-Memberikan konsultasi keluarga dan relasi rumah tangga
-Meningkatkan literasi pencatatan nikah dan layanan hukum keluarga
-Mendampingi masyarakat dalam membangun keluarga harmonis
Perubahan ini menjadi bagian dari strategi modernisasi layanan keagamaan agar lebih membumi dan mudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Gerakan Bersama Seluruh Unsur KUA Indonesia
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menyebut peluncuran The Most KUA Sakinah Maslahat sebagai gerakan kolektif seluruh unsur KUA di Indonesia, mulai dari penyuluh agama, penghulu, hingga jajaran Kementerian Agama di daerah.
Momentum menjelang Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat dimensi spiritual masyarakat sehingga layanan KUA tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
Arah Baru KUA: Layanan Publik Humanis dan Modern
Melalui program ini, Kementerian Agama menargetkan KUA bertransformasi menjadi:
-Pusat layanan keagamaan berbasis komunitas
-Pusat edukasi dan literasi keluarga
-Simpul penguatan nilai keagamaan masyarakat
-Mitra strategis penguatan keluarga Indonesia
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan layanan publik yang inklusif, humanis, dan berdampak nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.**












