Kemendagri Dukung Rehabilitasi Irigasi Lahat

Rapat rencana rehabilitasi daerah irigasi kewenangan provinsi yang digelar di Command Center, Kamis (5/1/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Palembang | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Lahat terus mendorong percepatan rehabilitasi daerah irigasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dukungan terhadap langkah tersebut ditegaskan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam rapat rencana rehabilitasi daerah irigasi kewenangan provinsi yang digelar di Command Center, Kamis (5/1/2026).

Dalam rapat itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, H. Edward Candra, menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel memberi perhatian serius terhadap usulan rehabilitasi empat daerah irigasi di Kabupaten Lahat.

Menurutnya, kondisi irigasi yang baik menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga keberlanjutan sektor pangan di Sumatera Selatan.

Namun, penekanan utama dalam rapat tersebut datang dari pernyataan Kemendagri yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah koordinatif antara Pemprov Sumsel dan Pemkab Lahat.

Melalui forum tersebut, Kemendagri menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi koordinasi lanjutan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya terkait arahan teknis pelaksanaan rehabilitasi irigasi.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kemendagri, R. Ghani Muhammad, menjelaskan bahwa rencana rehabilitasi irigasi di Kabupaten Lahat dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Yulius Maulana Siap Perjuangkan Pemekaran Kikim Area

Dua Pelaku Pencurian Besi Pintu Irigasi Ditangkap Polsek Lempuing

Ia menilai pembangunan dan perbaikan irigasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan indeks pertanaman, sekaligus mendorong percepatan program swasembada pangan di Sumatera Selatan.

“Pembangunan irigasi di Kabupaten Lahat memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas kementerian agar pelaksanaannya berjalan optimal dan tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan,” kata Ghani.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Kementerian Pertanian dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, sehingga manfaat rehabilitasi irigasi benar-benar dirasakan oleh para petani.

Kemendagri menilai, kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten merupakan kunci keberhasilan program rehabilitasi irigasi.

Dengan koordinasi yang baik, diharapkan program tersebut dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Rapat strategis tersebut turut diikuti secara virtual oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, yang memperkuat sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap langkah-langkah yang diambil Pemprov Sumsel dan Pemkab Lahat dalam pengelolaan serta rehabilitasi infrastruktur irigasi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *