Sumsel  

Kemiskinan Sumsel Tembus Satu Digit di 2026

Rakor Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan yang digelar di Griya Agung, Kamis (5/2/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Palembang | Provinsi Sumatera Selatan menorehkan capaian bersejarah di awal tahun 2026.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya berhasil turun hingga satu digit.

Capaian tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan yang digelar di Griya Agung, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Sumsel kini berada di angka 9,85 persen.

Pencapaian ini menjadi titik balik penting setelah Sumsel cukup lama “terjebak” di zona kemiskinan dua digit.

Jika ditarik ke belakang, tren penurunan kemiskinan memang mengalami pasang surut.

Pada September 2018, angka kemiskinan tercatat 12,82 persen, turun menjadi 12,56 persen pada September 2019.

Namun, dampak pandemi COVID-19 membuat angka tersebut kembali naik menjadi 12,79 persen pada September 2021.

Sejak 2022, tren penurunan kembali berlanjut hingga akhirnya menembus satu digit di awal 2026.

Akselerasi penurunan kemiskinan dinilai semakin signifikan dalam satu tahun masa kepemimpinan Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang (HDCU).

Berbagai kebijakan agresif dan terukur dijalankan pemerintah provinsi, mulai dari penguatan sektor-sektor padat karya hingga pengendalian inflasi daerah.

Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama, karena mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Sumsel Tercepat Turunkan Angka Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Pulau Sumatera

Inflasi Turun, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Berkurang

Sejumlah program strategis turut berkontribusi terhadap capaian ini.

Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) misalnya, mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari sekadar pembeli menjadi penghasil pangan.

Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan pengendalian inflasi melalui operasi pasar murah secara masif, menjaga ketersediaan stok pangan daerah demi mendukung swasembada pangan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur secara merata hingga ke daerah.

Didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa bangga dan harunya atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan buah dari kerja keras bersama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan pemerintah kabupaten/kota.

“Hari ini saya merasa sangat berbinar. Cita-cita besar kita agar kemiskinan Sumsel menjadi satu digit akhirnya terwujud. Angka 9,85 persen ini bukan sekadar statistik, tetapi bukti nyata bahwa upaya kita selama ini membuahkan hasil. Ini merupakan kado terindah di tahun pertama kepemimpinan HDCU,” ungkap Herman Deru.

Rakor tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sumatera Selatan, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga tren positif dan memastikan penurunan kemiskinan terus berkelanjutan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *