INTERAKSIMASSA.COM, Prabumulih – Upaya memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Prabumulih terus digencarkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih menggelar razia gabungan pada Jumat malam (6/2/2026).
Dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan lima warga yang dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani pemeriksaan tes urine.
Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Fauzia, mengonfirmasi hasil razia tersebut saat ditemui pada Sabtu (7/2/2026).
Ia menyebutkan bahwa temuan ini menjadi indikator nyata bahwa ancaman narkotika di wilayah Prabumulih masih cukup serius dan memerlukan penanganan berkelanjutan serta sinergi semua pihak.
“Dari razia gabungan yang kami laksanakan bersama Satres Narkoba Polres Prabumulih, terdapat lima orang yang hasil tes urinenya positif narkoba. Ini menunjukkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Prabumulih belum sepenuhnya bisa ditekan,” ujar AKBP Fauzia.
Menurutnya, razia tersebut bukan kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan tindak lanjut dari rangkaian deteksi dini yang sebelumnya telah dilakukan BNN Kota Prabumulih.
Pada kegiatan sebelumnya, petugas melakukan penyisiran di kawasan Jalan M Yamin, yang selama ini dilaporkan warga sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba.
Dalam operasi awal tersebut, petugas tidak menemukan pelaku secara langsung, namun berhasil mengamankan barang bukti berupa ratusan plastik klip kecil.
Plastik klip tersebut diduga kuat biasa digunakan sebagai kemasan narkotika jenis sabu, baik yang sudah terpakai maupun yang masih kosong.
“Pada kegiatan sebelumnya, kami menemukan lebih dari 600 lembar plastik klip kosong serta beberapa klip yang diduga masih mengandung sisa sabu. Temuan ini memperkuat dugaan adanya aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut,” jelas Fauzia.
Berangkat dari temuan itu, BNN Kota Prabumulih kemudian meningkatkan langkah pengawasan dengan menggandeng Satres Narkoba Polres Prabumulih.
Razia gabungan pun digelar dengan fokus pada pemeriksaan masyarakat di sekitar lokasi yang dicurigai menjadi titik aktivitas narkotika.
Hasilnya, dari sejumlah warga yang diperiksa, lima orang dinyatakan positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Kelima warga tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Kota Prabumulih untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
AKBP Fauzia menjelaskan bahwa terhadap warga yang terindikasi sebagai pengguna, pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Penanganan tersebut dapat berupa asesmen, rehabilitasi, maupun proses hukum, tergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan dan tingkat keterlibatan masing-masing individu.
Lebih lanjut, Fauzia mengungkapkan bahwa sebelum operasi dilakukan, pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang resah dengan dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan Jalan M Yamin.
Laporan warga tersebut menjadi dasar penting bagi BNN untuk melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi di lapangan.
“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami. Meski tidak langsung menemukan pelaku saat itu, barang bukti yang kami temukan sudah cukup menjadi indikasi kuat bahwa kawasan tersebut rawan peredaran narkoba,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dukungan dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Prabumulih untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui atau mencurigai adanya peredaran narkoba di lingkungannya. Peran serta masyarakat sangat penting agar kami bisa bergerak cepat,” tegasnya.
BNN Kota Prabumulih, kata Fauzia, berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Prabumulih Bersinar, yakni Prabumulih Bersih dari Narkoba.
“Ini bukan hanya tugas BNN atau kepolisian semata, tetapi tanggung jawab kita bersama. Tujuan akhirnya adalah menyelamatkan generasi muda dan masa depan Kota Prabumulih dari bahaya narkotika,” pungkasnya.
Dengan digelarnya razia gabungan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pengguna maupun pengedar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. (*)











