Baturaja, InteraksiMassa.COM – Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni, turun langsung meninjau desa-desa yang terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu, 25 Mei 2024.
Menggunakan sepatu boot dan perahu karet, Fatoni menyapa masyarakat yang terdampak banjir dan memberikan semangat serta bantuan berupa paket sembako, paket makanan anak, beras, dan kebutuhan sandang pangan lainnya untuk meringankan beban mereka dalam menghadapi bencana.
Dua desa yang dikunjungi Fatoni adalah Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat, dan Dusun Gotong Royong, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur.
Setelah meninjau kondisi kedua desa, Fatoni menyampaikan bahwa pihaknya akan memaksimalkan program Bedah Rumah Serentak untuk membantu merenovasi rumah warga yang terdampak banjir.
BACA JUGA: Agus Fatoni Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya
“Terkait rumah warga yang rusak, kita akan memaksimalkan program bedah rumah serentak se Sumsel yang telah diinisiasi,” jelas Fatoni.
Rumah warga yang rusak akibat banjir, tambah dia, akan diupayakan dibedah dengan bantuan CSR.
Bantuan CSR ini akan dimaksimalkan terutama yang terdampak bencana.
“Tadi sudah Saya sampaikan kita ada bedah rumah serentak se Sumsel 8.391. Nanti dengan adanya bantuan CSR bisa kita bedah hingga 15.000-an rumah tidak layak huni,” terangnya.
BACA JUGA: Agus Fatoni Hadiri Acara Lepas Sambut Pangdam II Sriwijaya
Fatoni juga meninjau posko kesehatan unit pelaksana teknis (UPT) Badan Trauma Center dan Pelayanan Kesehatan (UPTB TC & PK) BPBD Provinsi Sumsel yang ramai dipenuhi anak-anak korban bencana banjir.
Selain meninjau kondisi masyarakat dan posko kesehatan, Fatoni didampingi Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah, tim BPBD, Tim Kesehatan, dan Tim Dinas Sosial.
Banjir di OKU telah menyebabkan kerusakan rumah dan infrastruktur.
Upaya pemulihan pasca banjir terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan provinsi dengan berbagai bantuan dan program, termasuk program Bedah Rumah Serentak yang diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak. (*/red)













Respon (2)