Masjid Az-Zahro Jadi Tempat Singgah Favorit Pemudik Jalinteng

Masjid Az-Zahro, berada di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Kamis (16/3/2026). Foto: Istimewa

Empat Lawang | Memasuki puncak arus mudik 2026, keberadaan tempat istirahat yang nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan para pemudik.

Di sepanjang Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, sejumlah titik singgah menjadi incaran pengendara yang menempuh perjalanan jauh.

Salah satu lokasi yang kini mulai menarik perhatian para pelintas jalan adalah Masjid Az-Zahro yang berada di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Masjid yang berdiri tepat di pinggir jalan raya ini perlahan menjadi primadona baru bagi para pemudik lintas provinsi, khususnya bagi mereka yang melintas dari arah Kabupaten Lahat menuju Kabupaten Empat Lawang.

Letaknya yang strategis membuat masjid ini mudah dijangkau oleh para pengendara, terutama setelah melewati kawasan perbatasan Kikim di wilayah Lahat.

Di tengah perjalanan panjang yang kerap melelahkan, Masjid Az-Zahro menawarkan suasana yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, lingkungan masjid terlihat bersih, tertata rapi, serta menghadirkan nuansa sejuk yang membuat para pelintas jalan merasa betah singgah.

Kondisi tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi pemudik yang telah berjam-jam berada di balik kemudi kendaraan.

Beristirahat sejenak, menunaikan ibadah, hingga sekadar meregangkan tubuh menjadi kebutuhan penting sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

Salah satu keunggulan Masjid Az-Zahro adalah ketersediaan area parkir yang luas.

Fasilitas ini memberikan kenyamanan sekaligus rasa aman bagi para pengendara yang ingin berhenti sejenak.

Baik kendaraan pribadi, mobil keluarga, hingga bus berukuran besar dapat dengan mudah memarkirkan kendaraannya tanpa mengganggu arus lalu lintas di jalan utama.

Area parkir yang lega juga menjadikan masjid ini ideal sebagai lokasi transit singkat bagi pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Beberapa kendaraan dengan pelat nomor luar daerah bahkan terlihat berhenti di area masjid untuk beristirahat maupun menunaikan ibadah.

Di balik keberadaan bangunan megah tersebut, Masjid Az-Zahro menyimpan kisah yang cukup menyentuh.

Pemilik masjid, Saiful Zahri, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah ibadah ini merupakan bentuk penunaian niat mulia dari ibundanya, Hj. Rohana.

Menurut Saiful, gagasan pembangunan masjid telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu, tepatnya sekitar 2020 hingga 2021.

Penumpang Mudik Gratis 2026 Telah Tiba Di Kampung Halaman

Arus Mudik Palembang Padati Semua Moda Transportasi

Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, masjid tersebut akhirnya diresmikan pada Senin, 16 Februari 2026.

Meski beberapa bagian luar bangunan masih dalam tahap penyempurnaan, fasilitas utama masjid sudah dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat maupun para pemudik yang melintas di jalur tersebut.

Saiful menegaskan bahwa Masjid Az-Zahro dibangun dengan tujuan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh.

“Kami silakan para pemudik untuk sholat dan beristirahat di sini. Masjid ini memang diniatkan untuk ibadah dan membantu sesama, terutama mereka yang sedang dalam perjalanan,” ujar Saiful.

Seiring waktu, keberadaan masjid ini mulai dikenal oleh para pengendara yang melintas di Jalinteng Sumatera.

Tidak sedikit pemudik dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa, memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Sumatera.

Kehadiran tempat istirahat seperti Masjid Az-Zahro memiliki peran penting di jalur lintas provinsi yang memiliki jarak tempuh panjang.

Selain membantu pemudik menjaga stamina, tempat singgah yang layak juga dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.

Bagi para pemudik yang baru memasuki wilayah Kabupaten Empat Lawang dari arah Lahat, bangunan masjid ini cukup mudah dikenali karena berada tepat di pinggir jalan utama.

Di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman, Masjid Az-Zahro hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai oase kecil yang memberikan ruang jeda bagi para pemudik untuk mengumpulkan kembali energi sebelum melanjutkan perjalanan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *