INTERAKSIMASSA.COM – Masjid Al Kautsar, Desa Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, dipenuhi jamaah pada awal Februari 2026 kemarin, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna, sekaligus dirangkai dengan ruwahan sebagai bentuk doa bersama bagi para arwah pendahulu.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Gunung Megang Luar, Parpawi, yang mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga berharap jamaah dapat menyimak dengan seksama seluruh materi yang disampaikan penceramah.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi harus kita ambil hikmahnya untuk memperbaiki kualitas iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Masjid Al Kautsar, Haryadi, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj tahun ini sekaligus menjadi momen ruwahan, mendoakan para arwah orang tua, pendahulu, dan para guru agar seluruh amal kebaikannya bernilai sebagai amal jariyah di sisi Allah SWT.
Ia menambahkan, ruwahan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap jamaah semakin termotivasi untuk memakmurkan Masjid Al Kautsar, baik dengan ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya,” ungkapnya.
Puncak acara diisi tausiyah oleh Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag., M.Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muara Enim sekaligus Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
Dalam ceramahnya yang bertema “Menyolatkan Orang yang Sholat”, ia mengajak jamaah untuk merenungi kembali kualitas sholat yang selama ini dijalankan.
Menurutnya, banyak orang rajin sholat, dzikir, dan melaksanakan sholat sunnah, namun masih terjerumus dalam kemungkaran. “Itu karena sholat kita baru sebatas fisik. Ruh kita belum benar-benar ikut sholat,” jelasnya.
Ustadz Imron menegaskan bahwa sholat sejatinya menjadi pencegah perbuatan keji dan mungkar. Oleh karena itu, melalui momentum Isra Mi’raj ini, jamaah diajak untuk menyolatkan ruh, bukan sekadar menggerakkan badan.
“Jika ruh sudah ikut sholat, maka kita akan sadar sebagai hamba. Kita akan tunduk kepada Allah sebagai Khaliq, bukan tunduk pada jabatan, harta, atau menjadi budak materi,” pesannya.
Acara semakin semarak dengan penampilan tim hadrah Majelis Taklim Masjid Al Kautsar yang terdiri dari ibu-ibu jamaah. Selain itu, tampil pula da’i cilik Pondok Pesantren Laa Roiba, Kais Saputra, yang menyampaikan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj dengan bahasa sederhana namun penuh makna.
Peringatan Isra Mi’raj ini diikuti oleh jamaah Masjid Al Kautsar, majelis taklim dari desa sekitar Gunung Megang, serta unsur lainnya seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Pemerintah Kecamatan Gunung Megang, dan perangkat desa setempat.
Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami peristiwa Isra Mi’raj secara historis, tetapi mampu mengamalkan pesan utamanya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan menjadikan sholat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membentuk akhlak mulia.(*)











