Sumsel  

Mutasi Polri, Irjen Sandi Pimpin Polda Sumsel

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan di awal tahun 2026. (*/IST)

InteraksiMassa.com – Palembang | Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan di awal tahun 2026.

Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel).

Berdasarkan keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jabatan Kapolda Sumsel kini resmi diemban oleh Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Sandi Nugroho.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 yang diterbitkan pada 15 Januari 2026.

Mutasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi Polri sekaligus upaya meningkatkan kinerja dan efektivitas kepemimpinan di berbagai satuan kerja, khususnya pada level perwira tinggi.

Irjen Pol Sandi Nugroho sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri.

Selama menduduki posisi tersebut, Irjen Sandi dikenal aktif dalam memperkuat komunikasi publik Polri, membangun keterbukaan informasi, serta merespons dinamika opini masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Pengalamannya di bidang kehumasan dinilai menjadi modal penting dalam memimpin Polda Sumsel yang memiliki karakteristik wilayah cukup kompleks.

Irjen Sandi menggantikan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi yang selanjutnya mendapatkan penugasan baru sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri.

Penugasan baru tersebut juga tertuang dalam surat telegram yang sama dan menjadi bagian dari rangkaian mutasi perwira tinggi Polri di awal tahun ini.

Selain pergantian Kapolda Sumsel, mutasi Januari 2026 ini juga mencakup pengangkatan Irjen Pol Achmad Kartiko sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Dengan demikian, mutasi kali ini tidak hanya menyasar jabatan operasional kewilayahan, tetapi juga posisi strategis yang berkaitan dengan pembinaan sumber daya manusia Polri.

Secara keseluruhan, terdapat 17 jenderal Polri yang mengalami pergeseran jabatan dalam mutasi kali ini.

Rotasi tersebut mencerminkan komitmen pimpinan Polri untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap adaptif terhadap tantangan keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Nandang Mu’min Wijaya, membenarkan adanya pergantian pucuk pimpinan di Polda Sumatera Selatan.

Peringati HUT ke-73 Humas Polri, Polres Empat Lawang Gelar Donor Darah

Tim Badminton Polda Sumsel Siap Bertanding di Kejurnas Kapolri Cup 2024

Ia menyatakan bahwa surat telegram dari Mabes Polri telah diterima dan proses tindak lanjut akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Benar, Kapolda Sumsel mengalami pergantian. Surat telegram dari Mabes Polri sudah diterbitkan,” ujar Nandang saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).

Pergantian Kapolda Sumsel ini diharapkan dapat membawa energi baru dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sumatera Selatan.

Sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas ekonomi, industri, dan transportasi yang cukup tinggi, Sumatera Selatan menghadapi tantangan keamanan yang beragam, mulai dari kejahatan konvensional, narkotika, hingga pengamanan agenda nasional dan daerah.

Dengan latar belakang pengalaman di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho diharapkan mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Fokus pada peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang profesional, dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat menjadi harapan utama dari kepemimpinannya di Polda Sumsel.

Mutasi jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang lazim dan rutin dilakukan sebagai bagian dari manajemen organisasi.

Selain bertujuan untuk pengembangan karier perwira, mutasi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan.

Dengan pergantian Kapolda Sumsel ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *