Palembang | Pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan resmi berakhir dengan catatan positif pada sejumlah indikator pengamanan dan pelayanan. Namun di balik keberhasilan tersebut, peningkatan angka kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian serius yang harus segera dievaluasi ke depan.
Operasi yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 ini mencatat total 30.956 kegiatan preemtif dan preventif. Angka tersebut meningkat 12,2 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan intensitas kehadiran aparat di lapangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya selama momentum arus mudik dan balik Lebaran.
Kegiatan preventif menjadi sektor dengan lonjakan paling signifikan, yakni naik hingga 30,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pencegahan semakin diperkuat oleh aparat kepolisian, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas di berbagai titik rawan.
Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh jajaran bekerja tanpa henti demi memastikan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan balik dengan aman.
“Selama 13 hari, seluruh personel bekerja tanpa henti. Capaian ini adalah hasil dedikasi bersama,” ujar Sandi, Kamis (26/3/2026).
Meski demikian, ia tidak menampik adanya tantangan yang harus segera dibenahi, terutama terkait meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Data mencatat jumlah kecelakaan naik dari 80 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 129 kasus pada tahun ini. Lonjakan ini menjadi indikator penting yang perlu ditindaklanjuti dengan strategi yang lebih efektif di masa mendatang.
Di sisi lain, transformasi penegakan hukum berbasis teknologi menjadi salah satu capaian menonjol dalam Operasi Ketupat Musi 2026. Polda Sumsel mengoptimalkan penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), khususnya melalui ETLE mobile.
Hasilnya, penindakan melalui ETLE mobile meningkat drastis hingga 658 persen. Sebaliknya, tilang manual justru mengalami penurunan signifikan hingga 98,9 persen. Hal ini menunjukkan pergeseran menuju sistem penegakan hukum yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa keterbukaan data yang disampaikan kepada publik merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga akuntabilitas.
“Kami menyampaikan data ini secara terbuka. Ada capaian yang meningkat dan ada yang menjadi evaluasi. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Selain aspek pengamanan dan penegakan hukum, peningkatan juga terjadi pada sektor transportasi selama periode Lebaran tahun ini. Seluruh moda transportasi mengalami pertumbuhan signifikan, yang mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat.
Jumlah penumpang di bandar udara meningkat 38 persen menjadi 178.522 orang. Sementara itu, terminal bus mencatat kenaikan 43 persen dengan total 70.301 penumpang. Moda kereta api juga mengalami pertumbuhan sebesar 17,4 persen, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang dinilai lebih aman dan nyaman.
Di sektor jalan tol, arus kendaraan tercatat mencapai 459.476 unit. Lonjakan ini terjadi pada sejumlah ruas strategis, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) dan ruas Indralaya–Prabumulih yang menjadi jalur utama penghubung antarwilayah.
Tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran menjadi indikator positif bagi aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, kondisi ini juga menuntut kesiapan maksimal dari seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat itu sendiri.
Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026 tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang melibatkan ribuan personel gabungan. Selain kepolisian, operasi ini juga didukung oleh TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama periode Lebaran.
Polda Sumsel juga terus mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk tetap mengutamakan keselamatan. Pengendara diminta mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri jika merasa lelah.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan kepolisian yang tersedia, seperti Call Center 110, guna mendapatkan bantuan apabila menghadapi kendala di perjalanan.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan di masa mendatang. Evaluasi terhadap berbagai capaian dan tantangan yang ada akan menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih baik, khususnya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Ke depan, diharapkan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin kuat, sehingga setiap momentum besar seperti Lebaran dapat dilalui dengan aman, tertib, dan penuh kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat. **












