Optimalisasi Peran dan Fungsi RISMA Menggerakkan Syi’ar Dakwah Remaja

Oleh: ADITYA CANDRA UTAMA,S.Kom.I

Aditya Candra Utama S Kom I

Remaja Islam Masjid (RISMA) adalah kelompok pemuda yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan rumah ibadah ummat muslim (Masjid atau Mushollah).

Eksistensi Remaja Islam Masjid ini sangat penting karena mereka berperan sebagai penggerak utama dalam memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Pada kesempatan ini, penulis mencoba membuka khazanah mengenai optimalisasi peran dan fungsi Remaja Islam Masjid (RISMA) dalam menggerakkan syiar dakwah remaja terkhusus diwilayah kerja Penyuluh Agama Islam di Muara Bangkahulu Kota Bengkulu ini.

Upaya optimalisasi peran dan fungsi RISMA bagi kalangan usia remaja yang notaben-nya di isi oleh pelajar dan Mahasiswa sangatlah diharapkan bisa memberikan contoh terbaik bagi anak-anak pelajar dan mahasiswa lainnya.

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya penulis memberikan sedikit khazanah keilmuan mengenai manfaat pembentukan Remaja Islam Masjid (RISMA) dan langkah membentuk RISMA.

Manfaat Pembentukan Remaja Islam Masjid (RISMA):

A. Pembinaan Karakter Islami
Melalui upaya pembinaan karakter Islami ini diharapkan bisa membentengi kepribadian muslim bagi kalangan remaja terkhusus di usia pelajar dan mahasiswa sebagai Insan akademis terpelajar dan terdidik.

B. Menjadi remaja berakhlak mulia
Melalui kegiatan di masjid, remaja dibina untuk memiliki akhlak mulia, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sehingga terhindar dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dan kenakalan remaja.

C. Penggerak Kegiatan Keagamaan
Poin ke-tiga ini sangat urgen sebagai wadah penggerak kegiatan keagamaan dan sebagai pelopor perubahan bagi kalangan remaja yang masih sangat rentan dengan tantangan di era digitalisasi saat ini, maka sangat diperlukan kegiatan keagamaan bisa membentengi bekal keimanan dan ketaqwaan bagi kalangan remaja di usia pelajar dan mahasiswa.

D. Remaja masjid dapat mengorganisir berbagai kegiatan seperti kajian Islam, tahfidz Al-Qur’an, pengajian rutin, hingga peringatan hari besar Islam, sehingga meningkatkan semangat keagamaan di masyarakat.

E. Pemberdayaan Sosial
Melalui kegiatan RISMA ini juga bisa menjadi motor penggerak pemberdayaan sosial yang memiliki jiwa kemandirian sosial yang tinggi, peduli pada sesama dan hormat menghormati antar pengurus organisasi RISMA

F. Mereka juga bisa menjadi motor penggerak dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial, donor darah, bantuan bencana, dan program berbasis lingkungan. Hal ini memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Ribuan Umat Muslim Padati Masjid Agung Palembang hingga ke Jembatan Ampera

Cara Mengetahui Muslim Yang Beruntung

Cara Mengetahui Musiim Yang Merugi

G. Regenerasi Kepemimpinan
Sebagai wadah mewujudkan regenerasi kepemimpinan dengan belajar berorganisasi di wadah RISMA ini

H. Melalui kegiatan remaja masjid ini juga, para pemuda dan remaja dilatih untuk menjadi pemimpin yang amanah dan memiliki visi keislaman. Ini penting untuk menciptakan generasi penerus yang mampu memakmurkan masjid di masa depan.

I. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Melalui wadah organisasi RISMA ini juga bisa mempererat ukhuwah Islamiyah dikalangan pelajar Islam dan Mahasiswa Islam

J.Remaja masjid menjadi wadah bagi pemuda untuk membangun kebersamaan, kerja sama, dan solidaritas dalam semangat ukhuwah Islamiyah, baik di tingkat lokal maupun lintas komunitas.

Adapun Langkah Optimalisasi Peran dan Fungsi Remaja Islam Masjid (RISMA) meliputi:

1. Pendirian Organisasi: Bentuk struktur kepengurusan yang melibatkan pemuda, pelajar dan Mahasiswa setempat.

2. Program Kreatif dan Inovatif : Rancang program yang menarik seperti olahraga, seni Islami, hingga diskusi santai yang sesuai dengan minat remaja dengan dipandu oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama.

3. Dukungan Dewasa dan Takmir Masjid : Pendampingan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pengurus masjid lainnya sangat penting untuk keberhasilan program remaja masjid ini.

4. Penguatan Digitalisasi: Manfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten dakwah positif yang memiliki esensi edukasi dan informasi kegiatan, sehingga menjangkau lebih banyak pada kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa sekitar.

Terakhir penulis mengajak semua stock holder atau pengambil kebijakan khususnya di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu ini.

Langkah strategis untuk memaksimalkan potensi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial sangatlah penting di support penuh dan jika perlu diberikan pembinaan intensif secara kontinu (berkelanjutan) oleh Pemerintah Kota Bengkulu setempat agar bisa maksimal dan terbina semua RISMA-RISMA terdapat di Kota Bengkulu ini.

Dengan peran aktif mereka (adik-adik RISMA ini), masjid akan menjadi tempat yang lebih hidup dan relevan bagi generasi muda, sekaligus melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan berdaya saing di era digitalisasi dan globalisasi ini.

Wallahu’alam bis showab.


Penulis ialah ASN Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu  dan Pembina RISMA Fathul Jannah Kandang Limun Kota Bengkulu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *