Mataram| Universitas Mataram kembali menjadi sorotan menjelang pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Pulau Lombok, kampus ini menawarkan puluhan program studi (prodi) dari rumpun sains dan teknologi (saintek) hingga sosial humaniora (soshum), dengan tingkat persaingan yang bervariasi.
Bagi calon mahasiswa, memahami passing grade bukan sekadar melihat angka, melainkan membaca peta persaingan.
Istilah ini merujuk pada tingkat keketatan seleksi—perbandingan antara jumlah pendaftar dan daya tampung—yang menjadi indikator peluang diterima di suatu prodi.
Prodi Favorit dengan Persaingan Super Ketat
Data terbaru menunjukkan sejumlah prodi di Unram memiliki tingkat keketatan yang sangat tinggi. Di antaranya:
1. Farmasi menjadi prodi paling ketat dengan keketatan hanya 4,24%, dari 1.108 peminat dan daya tampung 47 kursi.
2. Teknik Informatika menyusul dengan keketatan 5,27%, diminati 1.424 calon mahasiswa.
3. D3 Perpajakan juga tak kalah ketat, dengan 4,32% dari 1.850 peminat.
4. Ilmu Komunikasi mencatat keketatan 6,10%, menunjukkan tingginya minat pada bidang media dan komunikasi.
5. Manajemen dan Akuntansi tetap menjadi primadona di rumpun ekonomi, masing-masing dengan keketatan 7,39% dan 9,34%.
BACA JUGA:
Menanti Hasil SNBP 2026: Begini Harapan, Peluang dan Langkah Selanjutnya bagi Calon Mahasiswa!
Fenomena ini menunjukkan tren bahwa prodi dengan prospek kerja luas masih menjadi incaran utama.
Prodi dengan Peluang Lebih Terbuka
Di sisi lain, terdapat prodi dengan tingkat keketatan lebih longgar, yang bisa menjadi alternatif strategis:
1. Fisika mencatat keketatan 72,09%, tertinggi di antara prodi lain.
2. Budidaya Perairan dan Ilmu Kelautan berada di kisaran 56%, membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa.
3. Pendidikan Kimia dan Pendidikan Fisika juga relatif lebih longgar, masing-masing di atas 49%.
Prodi-prodi ini bisa menjadi pilihan cerdas bagi peserta SNBT yang ingin meningkatkan peluang lolos tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Kedokteran dan Teknik Tetap Diminati
Prodi Pendidikan Dokter tetap menjadi magnet utama dengan 1.298 peminat, meski tingkat keketatannya hanya 8,71%.
Sementara itu, Teknik Sipil dan Teknik Industri menunjukkan persaingan moderat, namun tetap diminati ratusan hingga ribuan pendaftar.
Strategi Memilih Prodi
Melihat data ini, calon mahasiswa disarankan untuk tidak hanya berfokus pada popularitas prodi, tetapi juga mempertimbangkan peluang realistis berdasarkan keketatan.
Mengombinasikan pilihan antara prodi favorit dan alternatif dengan persaingan lebih longgar dapat menjadi strategi efektif dalam SNBT.
Selain itu, penting juga menyesuaikan pilihan dengan minat dan potensi diri agar perjalanan akademik ke depan tetap optimal.
Penutup
Passing grade bukanlah angka mutlak kelulusan, melainkan gambaran kompetisi yang terus berubah setiap tahun.
Dengan memahami data ini, calon mahasiswa diharapkan dapat menyusun strategi yang lebih matang untuk menembus gerbang Universitas Mataram pada tahun 2026. **












