Empatlawang.InteraksiMassa.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, modern, dan akuntabel.
Komitmen ini ditandai dengan kehadiran langsung Penjabat (Pj) Bupati Empat Lawang, Fauzan Khoiri, AP., MM, dalam kegiatan *Sosialisasi Digitalisasi Transaksi Keuangan dalam Ekosistem Pemda*, yang digelar di Ruang Rapat Madani, Senin (2/6/2025).
Acara ini tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Empat Lawang dan sejumlah pihak pendukung transformasi digital keuangan daerah.
“Digitalisasi keuangan adalah langkah penting menuju tata kelola yang modern, transparan, dan efisien. Dengan penerapan Siskeudes Online dan KKPD, kami berkomitmen menghadirkan sistem keuangan yang lebih baik dan akuntabel,” tegas Fauzan Khoiri dalam sambutannya.
Salah satu sistem unggulan yang mulai diterapkan adalah Siskeudes Online (Sistem Keuangan Desa berbasis Online), yang memungkinkan pengelolaan keuangan desa dilakukan secara real-time, terintegrasi, dan terdokumentasi secara digital.
Sistem ini diharapkan dapat menekan potensi penyimpangan dan menghasilkan laporan keuangan desa yang lebih akurat dan tepat waktu.
“Dengan Siskeudes Online, kepala desa dan perangkatnya tak perlu lagi menyusun laporan secara manual. Semua data bisa langsung dimasukkan ke sistem dan dipantau kapan saja,” ujar salah satu perwakilan desa yang hadir dalam sosialisasi.
Pemkab Empat Lawang juga memperkenalkan KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah) sebagai solusi transaksi belanja non-tunai bagi perangkat daerah.
Langkah ini bertujuan mempercepat proses belanja OPD sekaligus mengurangi ketergantungan pada uang tunai.
“KKPD adalah inovasi cerdas. Selain mempercepat administrasi, juga membuat pengeluaran lebih mudah dipantau,” tambah Fauzan.
Digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Empat Lawang untuk mendukung kebijakan nasional dalam reformasi birokrasi dan transparansi anggaran.
Kabupaten Empat Lawang pun dinilai sebagai salah satu daerah yang progresif dalam penerapan sistem keuangan digital berbasis teknologi.
Fauzan menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, melainkan juga wujud nyata pelayanan publik yang profesional, bertanggung jawab, dan sesuai prinsip *good governance*.
Fauzan berharap seluruh perangkat desa dan OPD di lingkungan Pemkab Empat Lawang dapat segera dan konsisten mengimplementasikan sistem digital ini.
Dengan demikian, seluruh proses keuangan daerah—dari tingkat kabupaten hingga desa—dapat berlangsung secara transparan, efisien, dan akuntabel. (rdh)











