Kayuagung – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan Sumatera Selatan yang dikenal sebagai daerah “Wong Kito Galo” sebagai wilayah zero konflik.
Hal ini ditegaskan Herman Deru saat menghadiri Safari Ramadan 1447 H bersama Forkopimda di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (20/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopoan Rumah Bupati OKI ini bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat stabilitas sosial di wilayah dengan karakter geografis yang kompleks.
Dalam pendekatan pembangunan berbasis harmoni, OKI dinilai menjadi contoh penting. Kabupaten ini memiliki banyak titik perbatasan, baik antar kabupaten maupun lintas provinsi, yang secara umum berpotensi memicu gesekan sosial.
Namun, menurut Herman Deru, potensi konflik tersebut justru dapat dikelola menjadi kekuatan melalui sinergi lintas sektor.
“Wilayah yang berbatasan luas biasanya memiliki tantangan kompleks, baik dari sisi anggaran, SDM, hingga kebijakan. Tapi dengan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, semua itu bisa diurai menjadi solusi,”ujarnya.
Dijelaskan Deru, pendekatan kolaboratif ini diperkuat dengan intervensi nyata berupa Bantuan Gubernur Bersifat Khusus yang difokuskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur, terutama jalan.
“Infrastruktur dinilai menjadi salah satu kunci dalam meredam potensi konflik, karena membuka akses ekonomi, mempercepat konektivitas, dan mengurangi kesenjangan antar wilayah,”imbuhnya.
Lebih jauh, Herman Deru menekankan pentingnya menjaga kohesi sosial melalui penguatan hubungan antara ulama dan umaro, dengan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa konflik kerap bermula dari persoalan kecil yang tidak dikelola dengan baik.
“Kita harus menjaga ukhuwah. Jangan sampai hal kecil memantik masalah besar. Sumsel harus tetap zero konflik,”tegasnya.
BACA JUGA
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap daerahnya. Ia menilai dukungan anggaran infrastruktur sangat berdampak langsung pada mobilitas masyarakat serta peningkatan kesejahteraan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam akses transportasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Muchendi.
Dalam aspek keamanan, OKI yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan peredaran narkoba, disebut telah menunjukkan perbaikan signifikan. Upaya cepat aparat kepolisian bersama dukungan Polda Sumsel berhasil menekan peredaran barang terlarang tersebut, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga.
Pada Safari Ramadan 1447 Pemprov Sumsel di Kabupaten OKI ini dihadiri berbagai unsur. Mulai dari Forkopimda, anggota DPR RI, hingga DPD RI, menegaskan bahwa agenda Safari Ramadan ini juga menjadi simbol kuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah.
Dengan kombinasi pendekatan pembangunan, keamanan, dan penguatan nilai sosial, Sumatera Selatan menegaskan posisinya sebagai provinsi yang konsisten menjaga harmoni di tengah keberagaman.**












