Pemprov Sumsel Perkuat Program Landscape Berkelanjutan

Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscape for Land for Life, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra di Grand Atyasa Palembang, Rabu (4/2/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Palembang | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscape for Land for Life.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra di Grand Atyasa Palembang, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat konsultasi tersebut yang dinilainya sebagai momentum penting untuk melakukan refleksi bersama terhadap upaya pelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.

Ia menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan oleh masyarakat, mulai dari ketidakpastian musim, meningkatnya bencana hidrometeorologi, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Edward menekankan pentingnya penguatan dan perluasan implementasi program berkelanjutan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan wilayah menjadi kunci agar program yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bupati Empat Lawang Pimpin Rapat Persiapan PEDA ke-XVI KTNA Sumsel 2025  

Rapat Paripurna, Anggota DPRD Dapil 4 Desak Bupati Segera Perbaiki Jalan Rusak Payaraman–Betung Lubuk Keliat

“Melalui rapat konsultasi ini, kita berharap lahir masukan dan rekomendasi nyata untuk mendukung penanganan karhutla, distribusi air bersih, serta keberlangsungan iklim di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Sumsel, Dody Eka Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada ICRAF atas dukungan terhadap Program Landscape for Land for Life.

Ia menilai program tersebut sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan jangka panjang menuju visi Sumsel Mapan 2045.

Terutama dalam hal integrasi isu perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan serta pengembangan pertanian cerdas iklim yang adaptif dan berkelanjutan.

Direktur ICRAF, Andre Eka Dinata, juga mengungkapkan rasa terima kasih atas sinergi yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Menurutnya, penetapan Sumsel sebagai locus ketahanan iklim dan keberlanjutan hutan merupakan langkah positif yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perlindungan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Rapat konsultasi ini turut dihadiri oleh Kepala BRIDA Sumsel Regina Ariyanti, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Koimudin, serta para pejabat dan perwakilan instansi terkait lainnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan secara terpadu dan berkesinambungan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *