Petani Musi Rawas Diserang Buaya, Terluka Parah

Petani di Musi Rawas diserang buaya saat mencari rumput. Korban selamat namun mengalami luka parah. Polisi dan BKSDA kini turun tangan.

Interaksi Massa, Musi Rawas – Seorang petani bernama Tiwan (59) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengalami luka parah setelah diserang seekor buaya saat mencari rumput untuk pakan ternaknya. Peristiwa tersebut terjadi di area perkebunan warga Dusun 5, Desa Megang Sakti IV, Kecamatan Megang Sakti, pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Megang Sakti Ipda Novra Robialda menjelaskan, korban saat itu melakukan aktivitas rutin mencari rumput di kebun warga yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman dan hanya dapat diakses menggunakan sepeda motor.
“Beberapa hari terakhir intensitas hujan cukup tinggi sehingga lokasi tersebut tergenang air. Korban menyeberangi genangan untuk mencari rumput,” kata Novra saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Saat berada di tengah genangan, korban tiba-tiba diserang buaya dari arah belakang yang menggigit paha kiri korban. Dalam kondisi terancam, Tiwan berpegangan pada sebatang kayu di sekitarnya sambil memukul dan membacok buaya tersebut menggunakan arit yang dibawanya.
“Setelah beberapa saat, buaya akhirnya melepaskan gigitannya dan korban berhasil menyelamatkan diri,” jelas Novra.
Korban kemudian pulang ke rumah dan sekitar pukul 12.30 WIB dibawa keluarganya ke Puskesmas Purwodadi untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat serangan tersebut, Tiwan mengalami luka parah pada paha kiri, paha kanan, serta perut bagian kiri.
Mendapat laporan kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Namun, buaya yang menyerang korban tidak ditemukan di sekitar tempat kejadian.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di kebun yang tidak jauh dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penangkapan atau pengusiran buaya guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Dikhawatirkan akan ada korban lagi jika tidak segera dilakukan tindakan,” pungkas Novra.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *