Empatlawang,InteraksiMassa.Com – Setelah melewati proses panjang dan berliku, Kabupaten Empat Lawang akhirnya resmi memiliki pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih untuk periode 2025–2030. Pasangan Joncik Muhammad – Arifai diumumkan sebagai pemimpin sah daerah itu dalam Rapat Paripurna ke-VII Masa Persidangan Ketiga DPRD Kabupaten Empat Lawang, Senin (02/06/2025) siang.
Rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD mulai pukul 14.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Darli, S.H., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, mulai dari Penjabat (Pj) Bupati Fauzan Khoiri Denin, AP., MM, unsur Forkopimda, Ketua KPU dan Bawaslu Empat Lawang, jajaran OPD, hingga 31 dari 35 anggota DPRD.
Yang istimewa, pasangan Joncik–Arifai turut hadir bersama istri masing-masing dalam momen bersejarah tersebut. Rapat berlangsung tertib dan penuh khidmat, menjadi penanda akhir dari proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang sebelumnya digelar atas dasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua KPU Empat Lawang, Eskan Budiman, membacakan langsung hasil penetapan pasangan calon terpilih. Proses dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pimpinan DPRD yang disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk paslon terpilih, Ketua Bawaslu, Forkopimda, dan undangan lainnya.
Seruan Persatuan dari Pj Bupati
Dalam sambutannya, Pj Bupati Fauzan Khoiri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya PSU. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan terpilih dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu demi kemajuan Empat Lawang.
“Kini saatnya kita bersatu kembali. Proses demokrasi telah selesai. Mari kita bergandengan tangan membangun Empat Lawang MADANI Jilid 2,” ujar Fauzan penuh semangat.

Fauzan juga menekankan pentingnya percepatan proses administrasi pelantikan. Hasil rapat paripurna ini akan segera disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Selatan, dengan harapan pelantikan bisa dilakukan sebelum akhir Juni 2025.
Ketua DPRD Darli, S.H., dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya PSU dan mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga soal merajut kembali persatuan.
“Momentum ini menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan sekadar memilih, tapi juga tentang bagaimana kita bersatu kembali setelahnya,” kata Darli.
Rapat paripurna diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, lalu ditutup secara resmi oleh pimpinan rapat.
Pengumuman ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan demokrasi di Empat Lawang. Proses PSU yang berlangsung damai dan terpantau ketat oleh berbagai pihak telah menguatkan legitimasi pasangan Joncik–Arifai secara konstitusional.
Kini, masyarakat menanti janji dan aksi nyata dari kepemimpinan baru. Harapan besar bertumpu pada pasangan terpilih untuk membawa Empat Lawang ke arah yang lebih baik, adil, dan sejahtera selama lima tahun ke depan.(rdh)












